Dinsos Gelar Sosialiasi PKH di Empat Kecamatan

Kota Bima, Kahaba.- Setelah Program Keluarga Harapan (PKH) di terima oleh Pemerintah Kota Bima, Dinas Sosial Kota Bima mulai menggelar sosialisasi program tersebut di empat Kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Asakota, Mpunda, RasanaE Timur dan Kecamatan Raba.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Bima, H. Muhidin AS Dahlan, Rabu (06/11/13) mengatakan, PKH merupakan program perdana di Kota Bima. Bahkan pihaknya sudah melakukan sosialiasi di sejumlah Kecamatan yang menjadi sasaran. Sosialiasi tersebut dalam rangka validasi data penerima PKH di Kota Bima. ”Setelah validasi data, kemudian kita usulkan untuk pencairan,” ujarnya.

Dikatakanya, program ini merupakan salah satu cara pemerintah membantu warga yang tidak mampu sesuai data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat. Tercatat, ada sekitar 2184 orang penerima PKH di Kota Bima. Jumlah penerima tersebut merupakan kategori rumah tangga sangat miskin. Terdiri dari, ibu hamil dan anak putus sekolah. “Dinsos juga sudah memfasilitasi dan penyaringan sejumlah orang yang terdaftar sebagai penerima PKH,” ucapnya.

Selain itu, sejumlah tim pemantau akan diterjunkan untuk melakukan koordinasi di lapangan. Jika tidak masuk kategori rumah tangga miskin, akan dicoret. Masing-masing kepala keluarga akan mendapatkan bantuan secara bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat penerima PKH.

Menurutnya, PKH tersebut bertujuan untuk menaikkan derajat kesehatan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, sehingga pada akhirnya bisa mengurangi angka kemiskinan. Disamping itu, untuk Kecamatan yang belum disentuh PKH, seperti Kecamatan RasanaE Barat sudah diusulkan, tinggal menunggu realisasi dari Pemerintah Pusat. ”Insya Allah, semua kecamatan akan kita upayakan, sehingga PKH merata di Kota Bima,” tambahnya. *SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *