HIMDOS ke Mataram, Hasilnya Hanya Pengerasan

Kabupaten Bima, Kahaba – Setelah tiba di Mataram, Himpunan Mahasiswa Donggo Soromandi (Himdos) tidak berhasil menemui Gubernur Provinsi NTB. Orang nomor satu di NTB itu tengah menghadiri kegiatan lain. Himdos hanya berhasil menemui Sekda Provinsi NTB.

Ketua DPRD Kab Bima sepakat akan bersama HIMDOS ke DPRD Provinsi NTB dan Gubernur untuk menyampaikan aspirasi perbaikan jalan di Kecamatan  Soromandi. Foto: AGUS

Ketua DPRD Kab Bima sepakat akan bersama HIMDOS ke DPRD Provinsi NTB dan Gubernur untuk menyampaikan aspirasi perbaikan jalan di Kecamatan Soromandi. Foto: AGUS

Menurut Koordinator Himdos Sadamullah, saat dihubungi via celuller, pertemuan dengan Sekda hanya sebatas menyampaikan aspirasi. Kemudian dijanjikan untuk segera disampaikan ke Gubernur. “Kemungkinan besok, Himdos akan di jadwalkan bertemu dengan Gubernur,” ujarnya.

Kata dia, usai bertemu dengan Sekda, Himdos bersama anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bima, kemudian bertemu dengan Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTB. Menurut Ketua Komisi tersebut, jalan lintas Soromandi tidak masuk dalam DIPA tahun 2013. Di tahun 2013, hanya mengutamakan aspal jalan di empat Kecamatan di Kabupaten Bima. Diantaranya, jalan lintas Kecamatan Wera, Sape, Lambu dan Woha.

Sementara di Kecamatan Soromandi, hanya pengerasan jalan dan perbaikan jembatan. Itu pun pelaksanaannya mulai tahun 2014. Pihaknya pun mengaku tidak terima dengan putusan Gubernur tersebut dan tetap menuntut perbaikan jalan lintas Soromandi agar setara dengan pembangunan jalan di Kecamatan lain. “Kalau hanya sebatas pengerasan, itu mubajir. Jalan tetap rusak, apa lagi pada musim hujan. Intinya, jalan itu harus di aspal,” tegasnya.

Pihaknya pun sangat berharap kepada pihak DPRD dan Sekda Provinsi NTB, untuk bisa memastikan pertemuan Himdos dengan Gubernur NTB.

*SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *