Ulah Sekretaris, Staf KPU Pertanyakan Honor

Kota Bima, Kahaba.- Honor PNS dan pegawai non PNS di sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima, setiap bulannya sering dibayar terlambat. Kondisi ini membuat Pegawai setempat menjadi geram, apalagi alasan dari sekretaris KPU Kota Bima tak masuk akal. Mereka pun berencana, jika bulan ini masih terlambat, maka akan mogok kerja.

logo kpuSumber Kahaba yang juga Pegawai kantor KPU Kota Bima itu mengaku, honor yang harusnya dibayar tepat waktu, dalam beberapa bulan terakhir ini selalu mengalami keterlambatan. Padahal honor kerja tersebut, sangat dibutuhkan.

“Honor itu sekitar Rp 600 ribu, jumlah yang tergolong besar dan sangat kami butuhkan,” ujar sumber.

Ia mengurai, honor yang dimaksud ada dua. Ada honor untuk PNS seperti uang lembur, uang makan dan uang honor kegiatan. Sementara untuk non PNS, selain honor kerja, juga uang honor kegiatan dan uang lembur.

“Dulu, biasanya honor paling telat dibayarkan tanggal dua. Tapi sekarang, terlambat cair bisa seminggu dan dua minggu,” ungkapnya.

Kata dia, yang paling merasakan kesulitan dari terlambatnya pencairan honor yakni pegawai non PNS. Karena dari uang honor per bulan itu saja mereka bisa mendapatkan upah dari hasil kerja di kantor tersebut. Sementara PNS, ada gaji rutin per bulan yang bisa di terima selain honor.

“Kami beberapa kali coba tanya kapan honor tersebut bisa dicairkan, tapi Sekretaris KPU Kota Bima hanya bisa menjawab sebentar lagi keluar. Itu saja jawabannya, tak memberikan kepastian,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, keterlambatan pencairan honor, sejak Drs. Ajmah menjadi Sekretaris KPU Kota Bima. Sebelumnya, tidak pernah seperti sekarang ini. “Kami juga heran, saat Sekretaris yang baru ini selalu terlambat seperti ini. Kami juga tidak mau tinggal diam, kalau masih saja terlambat. Kami akan mengancam mogok kerja,” pungkasnya.

Ditambahkannya, karena sekretaris tidak peka terhadap kebutuhan honor stafnya, beberapa kali pernah ditegur oleh Ketua KPU. Hasilnya, tetap tak ada perubahan.

Sementara itu, Sekretaris KPU Kota Bima Drs. Ajmah yang dihubungi masalah itu, justru bertanya balik sumber informasi dari mana. Kendati sudah diberitahu sumber enggan disebutkan namanya, namun dirinya tetap ingin mengetahui nama sumber tersebut.

Ia membantah jika sejak dirinya menjadi Sekretaris KPU Kota Bima kerap terlambat mencairkan uang honor.

“Itu tidak benar. Sudah kita ajukan, hari Senin honor mereka bisa keluar,” katanya.

Diakhir wawancara, yang bersangkutan justru meminta agar berita tersebut tidak perlu dinaikkan. Alasannya, karena sumber tidak menyebutkan namanya.

“Tidak usah dimuatlah,” pintanya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *