Diduga Kuburan Kuno Berbentuk Gentongan, Terungkap

Kabupaten Bima, Kahaba.- Situs sejarah berbentuk kuburan kembali terkuak. Gentongan yang di bagian tutupannya terdapat ukiran dan di dalamnya diduga berisi tulang manusia ditemukan di Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Gentongan itu ditemukan di halaman SMA Gotong Royong, Kamis (14/11) lalu. Saat pekerja melakukan pembongkaran salah satu bangunan, dan saat penggalian, gentongan itu ditemukan. Kejadian ini sontak membuat ‘buah bibir’ masyarakat sekitar. Isu tulang-belulang manusia dan barang berharga di dalam gentongan pun merebak.

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Arsyad, seorang guru se tempat, Sabtu (16/11) mengatakan, gentongan itu ditemukan secara tidak disengaja oleh pekerja yang sedang merobohkan salah satu gedung. Pekerja itu menemukan lapisan yang keras bagaikan beton di bawah permukaan pondasi gedung yang dirobohkan tersebut.

Lanjut Arsyad, karena penasaran, setelah digali kurang lebih 30 cm dari permukaan tanah, ditemukan barang berbentuk gentongan besar lengkap dengan penutupnya. Setelah dibuka ternyata ditemukan banyak tulang manusia.

”Tulang manusia di dalam gentong itu banyak sekali. Diperkirakan puluhan orang memiliki tulang itu dan kondisinya tidak utuh,” ujarnya.

Kondisi gentongan, terdapat ukiran dipenutupnya. Warga sekitar meyakini gentongan itu sebagai kuburan di zaman lampau dan memasukkan mayat dalam gentongan adalah cara penguburan di masa itu.

Menurutnya, tulang benulang tersebut telah dikumpulkan oleh warga sekitar untuk diamankan sementara waktu. Diakui Arsyad, soal temuan barang seperti emas, belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Apa itu benar-benar emas atau bebatuan biasa yang ada bersama tumpukan tulang tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa se tempat, Sudirman, langsung ke lokasi dan menyaksikan keadaan gentongan yang diduga hasil karya nenek moyang itu. Sudirman menuturkan temuan barang aneh ini bermula dari adanya lukisan yang tak jelas melukiskan tentang apa.

“Saya mengetahui kabar tersebut dari masyarakat dan langsung ke lokasi penemuan,” tandasnya.

Ia berharap pemerintah turun tangan untuk melakukan penggalian lebih jauh sekaligus memastikan seperti apa sebenarnya temuan warga tersebut.

“Apa benar merupakan situs kuburan kuno atau bukan? Pemerintah harus menghadirkan tim ahli dalam peristiwa ini, agar memastikan keberadaan gentongan dengan tulang belulang di dalamnya. Apakah itu kuburan kuno atau bekas pembantaian di zaman dulu atau pula hanya tulang-belulang dari hewan dan bukan tulang-belulang manusia,” ujarnya.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *