Dana Jampersal Tersendat

Kota Bima, Kahaba.- Sejak bulan April tahun 2013 lalu, Dana Jampersal (Jaminan Persalinan) tak kunjung cair. Akibatnya, tentu berpengaruh pada tindakan proses persalinan yang dilakukan para bidan. Mengantisipasi kebutuhan tersebut, bidan terpaksa harus menggunakan anggaran pribadi.

Ilustrasi

Ilustrasi

Bidan Koordinator (Bikor) Puskemas Mpunda Kota Bima, Ainal Asiah AMd Keb kepada sejumlah wartawan mengatakan, dana Jampersal sejak April hingga bulan November 2013 belum diterima oleh seluruh Bidan se Kota Bima, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non PNS.

“Setiap pelayanan persalinan tidak dikenakan biaya apapun. Kami menggunakan anggaran pribadi sekitar 500 ribu,” ujarnya, dihalaman Puskesmas Mpunda, Rabu (20/11).

Kata dia, untuk menggantikan biaya persalinan tersebut, pihaknya membuat pembukuan dan dicatat dalam bentuk klaim serta melaporkan kepada pihak Dikes Kota Bima. Dalam sebulan saja, klaim 25 Bidan yang berstatus PNS dan 35 Bidan Non PNS yang bekerja di 10 Kelurahan Se Kecamatan Mpunda bisa mencapai Rp 27 juta.

“Bayangkan saja jika sejak delapan bulan terakhir ini belum ada anggaran yang cair. Dan seluruh bidan masih menggunakan anggaran pribadi,” bebernya.

Ainal melanjutkan, seluruh biaya klaim pelayanan persalinan tersebut, telah diajukan ke Dinas Kesehatan Kota Bima sebagai bentuk persyaratan administrasi.

“Dari data yang kita ajukan itu, Dikes Kota Bima akan mengirim ke Pusat. Sehingga anggarannya bisa dicairkan,” tuturnya.

Dia mengakui, pada tahun sebelumnya, pencairan dan Jampersal selalu lancar. Namun, tahun ini cukup memberatkan.

“Semoga anggaran ini dicairkan secepatnya,”harapnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad, S Sos membenarkan dana Jampersal belum terealisasi. Sebelumnya, sekitar sepekan lalu, sejumlah bidan telah berdialog dengan Kepala Dikes Kota Bima untuk menanyakan apa keterlambatan cairnya dana tersebut.

“Jawaban Kepala Dinas Kota Bima saat itu karena masih ada kendala di pusat. Namun, untuk lebih jelas bisa tanyakan langsung kepada Bapak Kadis,” sarannya.

Secara prosedural, tambahnya, seluruh laporan klaim persalinan seluruh bidan se Kota Bima telah kita terima dan sudah dikirim ke Provinsi NTB dan Pusat.

“Jadi tunggu saja,” tambahnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *