Kepala UPTD Dikpora Langgudu Diduga Menipu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasus dugaan penipuan terhadap sejumlah Kepala Sekolah (Kasek), muncul di Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Aktor penipunya, diduga  melibatkan Kepala UPTD Dikpora Langgudu, Drs. Hamdiah.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kasus itu, terungkap ketika salah satu Kasek ‘berkicau’ karena tidak tahan dengan ulah oknum yang tidak kunjung menepati janji, setelah meraup puluhan juta rupiah dari para Kasek.

Salah satu Kasek korban penipuan di Kecamatan Langgudu yang meminta namanya tidak ditulis mengungkapkan, oknum Kepala UPTD menggunakan jurus iming-iming proyek untuk meraup keuntungan terhadap sekitar 63 Kasek. Nilainya berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per Kasek.

Korban mengaku, sudah memberikan uang masing-masing sebesar Rp. 1, 2 juta kepada oknum Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Langgudu, Drs Hamdiah, yang juga sebagai “makelar” proyek. Modusnya, Kasek dihubungi dan diminta untuk mengumpulkan proposal oleh oknum. Kemudian oknum menjanjikan kepada Kasek  akan mendapatkan proyek yang bersumber dari dana aspirasi DPR RI dengan nilai ratusan juta rupiah.

“Ada 63 sekolah di Langgudu yang  mengumpulkan uang sebesar Rp 1,2 juta. Kata oknum, uang itu untuk biaya negosiasi proyek di DPR RI. Janjinya, bulan ini proyek sudah cair,” ungkap salah satu Kasek itu beberapa hari lalu.

Kata dia, uang dan proposal yang sudah dikumpulkan, diambil langsung oleh oknum untuk  dibawa ke Jakarta beberapa bulan lalu. Oknum  menjanjikan proyek dana aspirasi DPR RI akan direalisasikan setelah balik dari Jakarta. Namun ironisnya, bukan proyek yang di bawah pulang, melainkan satu unit mobil bermerek Toyota Rush.

“Kami curiga, uang yang kita kumpulkan itu sudah di pakai untuk beli mobil baru,” duganya.

Para Kasek korban penipuan mengeluhkan ulah oknum,  karena hingga saat ini proyek yang dijanjikan belum juga terealisasi. Para Kasek  hanya disuruh menunggu sampai proyek itu cair tanpa ada kejelasan waktu.

“Kami menduga oknum adalah tukang tipu,” tandas Kasek itu geram.

Kepala UPTD Dikpora Langgudu, Drs. Hamdiah, yang dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (21/11) lalu, membenarkan jika dirinya telah menjanjikan proyek terhadap sejumlah sekolah. Hanya saja, dia menepis jika dituding sebagai penipu.

“Uang itu sudah saya serahkan ke anggota DPR RI di hadapan para Kasek sendiri,” tandasnya.

Hamdiah tidak berani mengungkapkan nama anggota DPR RI yang dimaksud. Alasannya, sangat  rahasia sehingga tidak bisa dibeberkan.

”Itu rahasia perusahaan pak, tidak boleh diketahui oleh orang lain,” elaknya.
Amhadia mengaku, jumlah sekolah yang mengumpulkan proposal hanya 30 sekolah. Jumlah uang yang ditarik per sekolah masing-masing Rp 1 juta. Uang tersebut kemudian disetorkan ke salah seorang anggota DPR RI yang dirahasiakan itu.

”Tidak benar 63 sekolah, yang kita tarik hanya 30 sekolah saja,” ketusnya.
Diakuinya, ia hanya sebatas menyampaikan kepada sekolah adanya chanel proyek di DPR RI. Sementara, yang menarik uang pada  masing-masing sekolah adalah Kepala Inpres Wawo Rada Kecamatan Langgudu, HS.

Dia juga membantah kaitan mobil baru yang dibelinya itu hasil dari pengumpulan uang tersebut. Katanya, mobil itu dibeli dengan uang pribadi,  bukan dari uang yang dikumpulkan dari para Kasek.

”Itu uang pribadi saya, bukan uang  dari kepala sekolah. Saya beli mobil itu sebelum saya menjadi Kepala UPTD,” pungkas Hamdiah.

*SYARIF   

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *