KPI NTB Gelar Dialog Pemilu dan Perempuan

Kota Bima, Kahaba.- Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Regional NTB menggelar acara dialog dan lokakarya bertemakan Pemilu dan Perempuan untuk keadilan dan demokrasi. Acara di aula Hotel Mutmainah, Sabtu (23/11), dihadiri perwakilan caleg wanita yang ada di seluruh pulau Sumbawa.

Ilustrasi

Ilustrasi

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua KPI NTB, Sutini, MM yang juga calon anggota DPD RI dan sejumlah narasumber seperti Anggota DPRD Kabupaten Bima, Dra. Hj. Mulyati, MM, Ketua KPU Kota Bima, Dra. Hj Nurfarhaty, MSi, Anggota Panwaslu Kota Bima, Ir Khairudin M Ali dan Kepala BPPKB Kabupaten Bima, Drs H Arifuddin.

Dalam sambutannya, ketua KPI NTB mengatakan, tujuan acara ini adalah mengupas keterwakilan perempuan dalam pentas politik yang tidak saja hanya sebatas memenuhi tuntutan syarat keterwakilan perempuan, namun lebih pada pengakuan bahwa keterwakilan perempuan sangat dibutuhkan.

“Duduknya kaum wanita di lembaga legilatif lebih pada kemampuan dan kepantasan yang dimilikinya,” katanya.

Sutini juga mengharapkan, pembentukan kepengurusan KPI sampai di tingkat Desa dan Kelurahan. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan edukasi pada perempuan seperti apa harkat dan martabatnya dalam berkehidupan di tengah-tengah masyarakat.

“Wanita harus aktif dalam berbagai sendi kehidupan bermasyarakat,” tandas Sutini..

Anggota DPRD Kabupaten Bima juga satu-satunya keterwakilan perempuan, Mulyati, memberikan dorongan serta kiat dan strategi untuk bisa lolos menjadi anggota DPRD.

“Dalam kompetisi pemilu ini dan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan,  kesungguhan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat menjadi hal penting,” kata anggota dewan dua periode itu.

Sementara itu, selaku Pengawas Pemilu Kota Bima, Ir. Khairudin M. Ali, lebih mengingatkan para  celag perempuan untuk tidak melanggar aturan pemilu yang ada.

“Jika tidak ingin tersandung masalah, apalagi sudah terpilih menjadi wakil rakyat. Diharapkan mengikuti aturan main dalam setiap tahapan pemilu,” katanya.

Kata Khairudin, keterlibatan perempuan di Bima sudah maksimal dalam setiap lini dan sendi kehidupan. Contohnya, keterwakilan perempuan dilembaga penyelanggaran pemilu baik di KPU Kabupaten mapun KPU Kota Bima.

“Persentasenya begitu besar, bahkan yang menjadi ketua KPU Kota dan Kabupaten Bima adalah kaum perempuan. Demikian pula di Panwaslu Kota Bima,” ujarnya.

Ketua KPU Kota Bima, Dra. Nurfarhaty, M.Si mengatakan pemilu yang berkualitas lahir dari penyelenggara yang memiliki integritas, professional dan mandiri. Lanjutnya, partisipasi masyarakat yang tinggi dan peserta Pemilu yang cerdas dan taat aturan adalah harapan dari kegiatan akbar 9 April 2014 mendatang.

Kata dia, media pun harus memberikan pemberitaan yang mendidik dan mengontrol.

Menjadi caleg perempuan, kata dia, sebenarnya bentuk perjuangan untuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena salah satu indikator tinggi rendahnya IPM adalah perempuan.

“Caleg perempuan harus memiliki kompetensi dalam bersaing. Selain memerhatikan prinsip kampanye yang efisien, ramah lingkungan, akubtable, non diskriminasi serta tanpa kekerasan,” paparnya.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *