BLH Bangun Program Bank Sampah

Kota Bima, Kahaba.- Dalam rangka membangun kesadaran hidup bersih dan membuang sampah pada tempatnya pada masyarakat, Badan Lingnkungan Hidup (BLH) Kota Bima mulai membangun jaringan bank sampah dan pelatihan kepada ibu-ibu tentang cara mengolah sampah menjadi produktif dan bernilai ekonomis.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepala BLH Kota Bima, Ir Abdurrahman Iba di kantornya mengatakan, melalui program pendirian bank sampah diharapkan akan menjadi embrio untuk mengurangi volume pembuangan sampah yang tidak ramah lingkungan serta penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selama ini, kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempat yang disediakan sangatlah minim. Sebenarnya, pemerintah telah menyediakan sarana pembuangan sampah, tapi masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Melalui program pembangunan bank sampah ini, pemerintah melalui BLH coba memberikan pehamanan pada masyarakat bahwa sampah ternyata juga memiliki nilai ekonomis.

Kata Abdurahman, sampah bila dipilah jenisnya yang kemudian diolah menjadi barang yang memiliki nilai jual tentu dapat membantu perekonomian masyarakat.

Lanjutnya, pemerintah juga sudah menggelar pelatihan. Ada 69 cikal bakal pemilik bank sampah di Kota Bima. Dan dalam pelatihan ini, instrukturnya didatangkan langsung dari Jakarta guna memaksimalkan pemberian pelatihan pada pemilik embrio bank sampah tersebut.

“Pelatihan itu menyangkut, bagaimana memilah jenis sampah, dan cara pengolahan sampah tersebut menjadi barang yang memiliki nilai jual,” katanya.

Ia menambahkan, sampah rumah tangga seperti plastik bekas melalui keterampilan tangan ibu-ibu pemilik bank sampah nantinya dapat dibuat menjadi barang seperti tas, dompet dan lainnya.

“Barang-barang itu dapat dijual dan memberikan tambahan penghasilan bagi para pengelolanya . Dan setelah terjual, masyarakat yang  sebelumnya menabung sampahnya di bank sampah tersebut dapat juga merasakan hasilnya. Dengan bank sampah ini kita harapkan sampah tidak terbuang percuma,” jelas Abdurahman.

Tambahnya, tidak saja sampah plastik yang diolah menjadi produk bernilai ekonomis.  Sampah organik, seperti bekas sayuran, daun-daunan juga dapat dimanfaatkan di bank sampah, yaitu untuk membuat pupuk organik.

“Walaupun program bank sampah ini belum maksimal di tahun 2013, namun untuk tahun 2014 akan gencar disosialiskan pada masyarakat dan siapa pun dapat mendirikan bank sampah,” tuturnya, Sabtu, 23 November 2013.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *