MUI Perkuat Silaturahmi dengan Sejumlah Elemen

Kabupaten Bima, Kahaba.- Memperkuat hubungan horizontal dengan sejumlah elemen, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota dan Kabupaten Bima menggelar acara silaturahmi. Kegiatan digelar di aula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima, Rabu (27/11/13).

Ilustrasi

Ilustrasi

Sejumlah perwakilan organisasi Islam diantaranya Jemaat Ansharud Tauhid (JAT) Wilayah Nusa Tenggara dan HMI Cabang Bima, hadir saat itu. Selain itu, perwakilan Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima, Kepala Kemenag Kabupaten, dan para mantan Ketua MUI Kota dan Kabupaten Bima juga hadir dalam silaturahmi dengan tema membangun manusia berbasis iman dan taqwa untuk menyelamatankan umat dan bangsa dari kehancuran Akhlak tersebut.

Ketua MUI Kab Bima, Drs. H. A. Rahim Rais, mengatakan, silahturahmi digelar untuk meningkatkan kemitraan antara MUI dengan ormas Islam yang berada di Kota dan Kabupaten Bima. Esensinya, mewujudkan stabilitas dan saling menghargai satu sama lain.

Diharapkannya, kemitraan yang kuat dapat mengatasi persoalan yang muncul. Mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam penyelesaian setiap persoalan, harus diutamakan sehingga tidak terjadi konflik.

“Sehingga nantinya Bima tidak lagi dicap sebagai daerah konflik,” kata Rahim.

Ketua MUI Kota Bima,  Drs. HM. Saleh A. Karim mengatakan, silaturahmi penting dilakukan untuk mengatasi penyakit masyarakat seperti perjudian, narkotika, miras dan penyakit sosial kemasyarakatan lainnya.

“Sehingga ada upaya yang bisa dilakukan dalam memberantasnya,” ujarnya.

Sebagai pamungkas acara silaturahmi, MUI dan seluruh elemen yang hadir sepakat membentuk Forum Komunikasi Lembaga Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. Forum yang dibentuk guna menyikapi berbagai persoalan keumatan ini, dipimpin oleh Drs. H. Abdul Gafar dan Nurizudil HAK, S.Pd sebagai sekretaris.

*AGUS

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *