Tahun 2013, Gapoktan Ditambah di Lima Desa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) bagi para petani yang bergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) tahun 2013, dalam waktu dekat akan segera dicairkan. Bantuannya, satu Gapoktan akan menerima bantuan masing-masing sebesar Rp 100 juta.

Ilustrasi

Ilustrasi

Bantuan yang bertujuan membantu kesulitan para petani untuk modal usaha pertanian tersebut sudah bisa dicairkan melalui rekening Gapoktan.

Pihak BKP2 Kabupaten Bima Gapoktan, Muhdar, SP yang ditemui Kahaba, Selasa (26/11) mengaku, dari jumlah Gapoktan sebanyak 163, tahun ini ada penambahan sebanyak lima Gapoktan. Namun yang  menerima bantuan PUAP hanya 140 Gapoktan saja.

“Gapoktan yang ditambah itu, dari Desa Sambori, Desa Tenga, Desa Wadu Wange, Desa Bonto Kape dan Desa Tumpu,” sebutnya.

Kata dia, pengambilan bantuan Gapoktan disesuaikan dengan kebutuhannya. Masing-masing Gapoktan memiliki kebutuhan yang disesuaikan dengan kebutuhan petani sendiri. Diantaranya untuk usaha pertanian, perkebunan dan sebagainya.

Dijelaskanya, untuk kelancaran penggunaan anggaran, pihaknya memberikan sosialisasi dan mendampingi para petani dan kelompok tani. Agar benar-benar dapat melaksanakan program PUAP itu dengan baik, sesuai yang diharapkan.

Muhdar menegaskan, untuk penambahan lima Gapoktan disesuaikan dengan jatah dari Pemerintah Pusat.

”Semuanya sudah kita usulkan, tapi hanya lima Gapoktan yang diambil,” ujarnya.

lanjutnya, sisa Gapoktan yang belum diberi bantuan akan diupayakan dapat pada tahun berikutnya. Dan sejauh ini pelaksanaan Gapoktan sedikit menuai masalah. Seperti yang terjadi pada bantuan simpan pinjam yang tidak dikembalikan warga kelompok.

”Kadang petani setelah mengambil uang dari kelompok Gapoktan, banyak yang tidak mengembalikan. Padahal, bantuan itu tanpa bunga,” tandasnya.

*SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *