Operasi Zebra-Gatarin, Puluhan Kendaraan Terjaring

Kota Bima, Kahaba – Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Bima Kota terus menggelar operasi Zebra-Gatarin. Hingga Sabtu (30/11/13), puluhan kendaraan roda dua dan empat terjaring dalam operasi yang digelar secara nasional hingga 12 Desember mendatang tersebut.

Kasat Lantas Polres Bima Kota IPTU. Herman. Foto: BIN

Kasat Lantas Polres Bima Kota IPTU. Herman. Foto: BIN

Kasat Lantas Polres Bima Kota, IPTU Herman, mengaku, telah menempatkan sejumlah personil pada lokasi rawan pelanggaran sejak operasi Zebra Gatarin digelar. Hasilnya, sekitar 50 unit kendaraan roda dua dan roda empat diamankan.

Menurutnya, kendaraan roda dua yang diamankan kebanyakan tidak memiliki surat dan kelengkapan kendaraan lainnya. Selain itu, pengendaranya tidak memakai helm. “Untuk kendaraan roda empat juga terjaring karena tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan,” katanya.

Herman mengaku, sasaran pemeriksaan kendaraan selama operasi, yakni lampu utama kendaraan, nomor polisi (Nopol) kendaraan, dan surat-surat kendaraan. Selain itu, knalpot balap atau knalpot racing, helm standar nasional (SNI) dan Spion. “Kapolri telah menghimbau agar pengendara mengutamakan keselamatan dan kelengkapan kendaraan,” katanya.

Operasi Zebra-Gatarin akan dituntaskan hingga tanggal 12 Desember mendatang. Sat Lantas Polres Bima Kota mengharapkan agar pengendara berhati-hati di jalan raya. Lengkapi kendaraan sesuai aturan dan membawa surat-surat kelengkapannya, seperti SIM dan STNK. “Tertib berlalu-lintas menjadi hal utama untuk keselamatan berkendara,” tuturnya.

Herman mengajak seluruh masyarakat Kota Bima untuk menjadi pelopor keselamatan. “Ingat, keselamatan anda adalah modal utama untuk mencapai segalanya. Jadilah pelopor keselamatan berlalu-lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” pungkasnya. *BIN

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *