Brankas Kantor MFF Gagal Dibobol Pencuri

Kota Bima, Kahaba.- Kantor Kredit Plus PT. Finansial Multi Finance (MFM) di Jalan Gajah Mada Kelurahan Pane, Selasa (10/12) disatroni pencuri. Namun aksi pencurian itu gagal membawa uang ratusan juta yang berada dalam brankas. Seolah tak ingin keluar tanpa buah tangan dari kantor tersebut, pencuri akhirnya mengambil kamera yang terletak dalam ruangan kantor setempat.

Ilustrasi

Ilustrasi

Peristiwa itu diketahui pihak kantor pagi hari, setelah dikabari oleh officce boy. Pihak manajemen pun langsung melaporkan ke Polsek RasanaeBarat untuk segera ditindakanjuti. Tiba di lokasi, aparat dan tim identifikasi Polres Bima Kota kemudian melakukan olah TKP. Selain memeriksa TKP, Tim Identifikasi juga melakukan mengambil sidik jari seluruh karyawan.

L. Herman selaku Kepala Collection mengatakan, dugaan pencurian tersebut terjadi senin malam sekitar pukul 22.00 Wita hingga Selasa subuh. Pelaku, diduga berada di dalam ruangan kantor saat malam hari sebelum office boy pulang. “Kemungkinan pelaku menyelinap masuk saat office boy tengah melakukan bersih-bersih kantor,” ujarnya.

Setelah seluruh karyawan pulang, pelaku kemudian beraksi dengan langsung menuju kamar tempat dua unit brankas. Hanya saja, upaya pelaku gagal setelah tak berhasil menjebol brankas. Kemungkinan, pelaku ke luar dan kabur melalui pintu bagian atas.

“Seluruh uang tunai yang nilainya ratusan juta serta surat-surat berharga milik nasabah selamat. Tapi, pelaku berhasil membawa kabur sebuah handycam,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek RasanaE Barat, Kompol. H. Nurdin membenarkan adanya peristiwa pembobolan tersebut. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan meminta keterangan tiga orang karyawan setempat sebagai saksi.

“Kerugian Sementara hanya handycame. Kalau uang kita belum tahu apakah diambil atau tidak,” terangnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *