Terduga Teroris Ditangkap di Penatoi

Kota Bima, Kahaba.– Warga Lingkungan Rasa Bou RT 11 RW 03 Kelurahan Penatoi, Senin (16/12) sekitar pukul 15.30 dihebohkan dengan penangkapan seorang terduga teroris berinisial Isk. Penangkapan yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 itu, menurut saksi mata mendapat perlawanan dari terduga. Namun Densus berhasil melumpuhkannya kemudian membawanya menunggunakan mobil Avanza Biru Tua.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut pengakuan saksi mata, Ardi, penangkapan tersebut dilakukan menjelang sore. Saat itu, yang diketahuinya, Ust Isk yang menuju Mushola di lingkungan setempat untuk Sholat Ashar. Tiba – tiba saja, dirinya melihat Ust Isk melompati parit dan berlari kearah utara, dikejar dua orang polisi. “Tiba di gang, Ust Isk di bekuk oleh dua orang polisi yang menunggu,” ujarnya.

Kata dia, dua orang yang mengejar dan menunggu di Gang tersebut muncul menggunakan mobil Avanza Biru Tua beberapa saat setelah Isk yang biasa di Sapa Abi itu memarkir sepeda motornya di depan Musholla. “Abi sempat melawan dan kembali berlari, namun terjatuh dan tangannya di borgol,” katanya.

Sebelum dan sesudah diborgol, kejadian didepan mata kepala siswa SMP itu, Abi di pukuli dan ditendang. Dari tujuh orang yang keluar dari mobil, lima orang yang memegang badan Abi, sementara dua orangnya yang terus memukuli dan menendang badan Abi. “Abi saat itu juga mengeluarkan darah, lihat ada titik darah di sekitar jalan itu,” katanya dan menunjuk. Menurutnya, kejadian tersebut tak banyak diketahui orang, karena orang berada didalam rumah. Di luar rumah hanya ada beberapa orang anak – anak yang bermain.

Setelah itu, ia melanjutkan, Abi yang sudah tidak berdaya kemudian dinaikan oleh tuju orang yang berpakaian preman dan menggunakan topeng di dalam Mobil Avanza. “Mobil lalu melaju kearah barat,” terangnya.

Sementara salah seorang warga setempat yang enggan namanya dikorankan mengatakan, saat itu dirinya berada di dalam rumah, dan keluar setelah mendengar suara gaduh dan letupan senjata di luar gang. “Saya tidak tahu persis peristiwa apa. Karena saat keluar, proses penangkapan sudah selesai. Saya tahu Ust Isk ditangkap polisi bertopeng setelah dicerita oleh anak–anak yang bermain di luar gang,” katanya.

Menurut warga lain, yang meminta namanya di inisialkan, Id, mengaku, jika Ust Isk berada di lingkungan setempat sudah satu tahun lebih. Sehari – harinya pun dikenal ramah dan suka menegur. “Kami sering melihatnya saat Ust Isk bersama dua orang anaknya sering ke Mushollah,” tuturnya.

Kapolres Bima Kota AKBP. Benny Basir Warmansyah, SIK, SH saat ditemui membenarkan adanya penangkapan tersebut. Hanya saja dia tak tahu lebih lanjut, siapa terduga serta anggota dalam jaringan yang mana. Pasalnya, saat itu dia baru saja mendapatkan informasi dari anak buahnya. “Saya juga baru tahu, barusan anak buah saya lapor kalau bahwa ada penangkapan oleh Densus 88 Mabes Polri,” terangnya.

Untuk perkembangannya seperti apa dia sendiri tak tahu. Menurut Benny, memang sudah menjadi protap Densus 88 Mabes Polri tak berkoordinasi jika melakukan penangkapan. Sesuai Protap Densus, mereka datang dengan diam-diam dan melakukan penangkapan. Baru setelah penangkapan, pihaknya diberitahu.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *