Lomba Permata, Upaya Pelestarian Mata Air

Kota Bima, Kahaba.-  Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bima, bulan Oktober lalu menggelar kegiatan lomba Perlindungan Mata Air (Permata) tingkat Kota Bima. Acara yang di helat mulai tanggal 22 Oktober – 24 Oktober itu di laksanakan pada tiga lokasi.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepala BLH Kota Bima Ir. Abdurrahman Iba menyebutkan, kegiatan tersebut hanya diwakili tiga Kecamatan, masing – masing Kecamatan Raba yang diwakili Kelurahan Kendo dengan nama kelompok Mada Oi Pangguli. Kemudian Kelompok Mada Oi Panaroka mewakili Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota, dan Kecamatan Rasanae Barat, Kelurahan Dara yang diwakili oleh Kelompok Mada Oi Ni’u. “Kami menyurati lima Kecamatan, tapi hanya tiga Kecamatan saja yang ikut lomba,” ujarnya, Kamis (18/12).

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan yakni memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memelihara mata air. Lalu, meningkatkan kegiatan perlindungan dan konservasi sumber daya air di Kota Bima serta memberikan motivasi dan penghargaan kepada kelompok pemelihara mata air yang berperan aktif dalam kegiatan pembangunan sumber daya air. “Untuk penilaian, kriterianya yakni kelembagaan pengelolaan mata air, pengelolaan mata air, prestasi Kelurahan dalam pengelolaan marta air serta kondisi biofisik mata air,” jelasnya.

Untuk hasil secara keseluruhan, lanjut Abdurrahman Iba, secara kelembagaan masih belum bagus. Namun, pengelolaan mata airnya sudah dinilai bagus, kendati fasilitas di titik mata air belum lengkap dan perlu dibantu oleh pemerintah seperti akses jalan, perpipaan, bak penampung. “Di tiga titik mata air tersebut, fasilitas masih sederhana dan swadaya masyarakat,” terangnya.

Ditanya siapa yang keluar sebagai juara pada lomba tersebut, ia menyebutkan, Juara 1 Mada Oi Pangguli yang dikelola oleh Kelompok Oi Witi Kelurahan Kendo. Untuk Juara 2, Mada Oi Madaroka dari Kelompok Oi Lombe Kelurahan Kolo, dan Juara 3, Mada Oi Niu yang dikelola kelompok Oi Niu, Kelurahan Dara.

Kata dia, dari hasil lomba tersebut, keinginan untuk menjadikan sejumlah mata air sebagai lokasi wisata, sangat besar. Hanya saj selama ini, dari Dinas terkait yang belum melirik. “Masyarakat sekitar mata air sangat ingin menjadikan itu sebagai tempat wisata, karena dampaknya juga akan dirasakan oleh masyarakat setempat. Selama ini pun Ketiga mata air itu sangat berfungsi untuk aliran irigasi dan kebutuhan air bersih,” tuturnya.

Abdurrahman Iba menambahkan, dengan adanya lomba tersebut, out put nya semoga bisa dicapai pelestarian mata air, dan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mata air. *BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *