Tanah Garap Kades di Serobot, Aparat Desa Unjuk Rasa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu Rabu (18/12) yang tergabung dalam Forum komunikasi desa (FORKADES) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Sape dan Kantor Polsek Sape. Massa meminta kejelasan Kepada Pemerintah Kabupaten Bima terkait dengan tanah yang digarap oleh Kepala Desa, namun dilelang oleh oknum masyarakat sejak tahun 2009 lalu.

Kepala Desa se-Kecamatan Sape dan Lambu Rabu (18/12) yang tergabung dalam FORKADES gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Sape dan Kantor Polsek Sape. Foto : ADY

Kepala Desa se-Kecamatan Sape dan Lambu Rabu (18/12) yang tergabung dalam FORKADES gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Sape dan Kantor Polsek Sape. Foto : ADY

Massa tidak hanya menyampaikan tuntutannya, tapi juga memblokir jalan di depan kantor Camat Sape dan Polsek Sape selama empat jam. Karena akses utama jalan ditutup, pengendara akhirnya memanfaatkan jalan alternatif lain.

Menurut Ketua Forkades,  Burhanudin yang juga Kepala Desa Lanta Barat itu, tanah itu yang mestinya digarap oleh Kepala Desa, tapi dimanfaatkan dan dilelang oleh oknum masyarakat tersebut. “Tanah garap kami di lelang sejak tahun 2009, dan itu terjadi di seluruh Desa di dua Kecamatan tersebut,” sorotnya.

Kata dia, oknum masyarakat itu melakukan pelelangan dan mencatut nama pemerintah daerah. Karena membawa nama Pemerintah, sejumlah Kepala Desa pun percaya dan menyetujui pelelangan tersebut. “Kendati tanah garap kami di lelang sebagian, namun cukup merugikan kami,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Daerah, agar memperjelas status tanah garap itu, agar kembali bisa dimanfaatkan oleh seluruh Kepala Desa. “Jika tuntutan kami tidak direspon secepatnya, maka kami akan kembali melakukan aksi dalam jumlah yang besar dan memblokir jalan,” ancamnya.

Aksi mereka di depan kantor Camat Sape ditanggapi langsung oleh Muhaimin, S. Adm selaku Camat Sape. Kata dia, tuntutan Kepala Desa tersebut akan secepatnya disampaikan ke Bupati Bima selaku pengambil kebijakan. *ADY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *