Banjir Rendam 26 Desa di Kabupaten Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sejak Selasa (24/12/13) sekitar pukul 09.00 Wita hingga Rabu  (25/12/13) malam, wilayah Kota dan Kabupaten Bima terus diguyur hujan yang disertai angin. Kondisi itu, menyebabkan banjir sejumlah desa dan kelurahan.

Suasana saat warga mengungsi karena banjir. Foto: YUDHA

Suasana saat warga mengungsi karena banjir. Foto: YUDHA

Menurut Kasubag Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Suryadin, M.Si, di wilayah Kabupaten Bima, air sungai yang melewati lima kecamatan meluap hingga ke lahan dan pemukiman penduduk. Luapan air sungai ditambah  air hujan yang terus menerus mengguyur, menyebabkan ribuan rumah penduduk dan ratusan hektar areal persawahan yang baru ditanami, digenangi air. Tidak sedikit tanaman yang hanyut terbawa arus banjir.

“Hujan lebat yang melanda wilayah selatan dan barat Kabupaten Bima, Rabu (25/12) pukul 05.00 Wita hingga malam hari, menyebabkan banjir dan merendam 26 desa,” demikian Suryadin melaporkan, Rabu malam.

Berdasarkan laporan Posko Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bima,  hingga pukul 20.00 Wita, banjir melanda 8 desa di Kecamatan Bolo, 4 desa di Kecamatan Palibelo, dan 5 desa di Kecamatan Belo. Selain itu, 5 desa di Kecamatan Woha dan 5 desa di Kecamatan Monta juga dilanda banjir.

Akibatnya, 9.228 rumah warga mengalami kerusakan. Terdiri dari 41 rumah rusak berat dan 9.187 rumah rusak ringan.

Berdasarkan pantauan Tim Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Bima, kisaran ketinggian air antara 1 meter hingga 1,5 meter di kecamatan Bolo, Palibelo, dan Belo. Sementara di Kecamatan Woha dan Monta, berkisar 1 meter hingga 1,7 meter.

“Banjir yang melanda 5 kecamatan ini, menyebabkan akses jalan menuju Kecamatan Monta sulit dilewati kendaraan. Pengendara terpaksa harus melewati jalur alternatif,” jelas Suryadin.

Untungnya, banjir ini  tidak menimbulkan gangguan telekomunikasi dan jaringan listrik.  Fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan Pustu tetap berfungsi dan melayani pasien. Hanya jaringan air/air bersih yang terendam banjir dan tidak bisa dipergunakan.

Upaya penanganan darurat yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bima melalui BPBD, kata Suryadin, yakni melakukan kajian cepat tentang kejadian bencana. Melakukan pendataan kejadian bencana dan melakukan koordinasi dengan dinas/instansi terkait.

Selain itu, membantu evakuasi warga korban banjir ke lokasi yang lebih aman. Kemudian memberikan bantuan tanggap dadurat berupa peralatan dan logistik dari Dinas Sosial dan BPBD, serta instansi terkait lainnya.

Di wilayah Kota Bima, hujan yang terus mengguyur tiga hari terakhir merendam sejumlah jalan dan pemukiman warga. Seperti di Lingkungan Sigi, Bara, Sarata dan Bina Baru Kelurahan Paruga,  Kelurahan Tanjung, dan Kelurahan Melayu.

Akses jalan protokol juga  digenangi banjir. Para pengendara dan pengguna jalan lainnya, kesulitan melalui jalur tersebut. *YUDHA/HUM

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *