Mencapai Target PAD, Harus Jujur dan Tulus

Kota Bima, Kahaba.- Setiiap tahun, patut diakui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Bima menjadi salah satu SKPD yang mampu meraih Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi. Bahkan, setiap tahun, target PAD selalu meningkat dan hasilnya selalu mampu dicapai. Lantas apa kiat-kiatnya selama ini dalam menggenjot perolehan PAD.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala DPPKAD Kota Bima, Drs. Zainuddin, menjelaskan, pada prinsipnya PAD yang dicapai DPPKAD dilakukan dengan koordinasi dan transparansi. Baik itu dari juru tagih hingga penatausahaan pendapatan.

Drs. Zainuddin

Drs. Zainuddin

Dari sisi sumber PAD, DPPKAD tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya. Yang berubah ini hanya pencapaiannya saja. “Oleh karena itu, hasil ini semata mata karena ketulusan hati. Adanya kejujuran dan tulusnya menangani ini,” ujarnya di DPPKAD, Selasa (24/12) .

Menurut dia, bekerja di sebuah Pemerintahan itu, sebenarnya tidak ada hal yang sulit. Selama ini yang membuat sulit hanya adanya itikad tidak baik. Jika jujur dan tulus dalam bekerja, semua yang berhubungan dengan pemerintahan akan bisa dicapai. “Kalau adanya ketulusan, kita juga bisa meningkatkan pembangunan, pelayanan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Kata dia, selain kejujuran dan ketulusan dalam bekerja, membangun pemerintah itu juga penting melakukan tiga hal. Pertama, memperkuat komunikasi. Menurutnya, bekerja jangan sampai muncul miskomunikasi. Jika itu terjadi, maka carikan solusinya. “Bangun komunikasi yang produktif, baik atasan dan bawahan atau antar-SKPD yang satu dengan SKPD yang lain,” jelas Zainuddin.

Kemudian yang kedua, lanjutnya, yakni koordinasi. Bila perlu tiada hari tanpa koordinasi. Dan yang ketiga yakni kerjasama. Karena memang pekerjaan besar tidak mampu dilakukan dengan sendiri. Kecuali membangun tim work yang saling melengkapi. “Kalau tidak ada tiga  hal ini, pengelolaan tata pemerintahan yang baik akan sulit dicapai. Saya sendiri sudah menerapkannya di DPPKAD. Hasilnya, pekerjaan kami berjalan dengan baik,” tandasnya.

Ia menambahkan, PAD merupakan salah satu sumber penerimaan daerah yang dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan daerah. “Kalau PAD nya tinggi, maka pembangunan daerahnya akan semakin baik. Pelayanan kepada masyarakat pun akan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendapatan DPPKAD Kota Bima, Drs. Iksan mengatakan, hanya DPPKAD dan perijinan dan pelayanan Terpadu yang mendapat perolehan PAD diatas 80 persen, sampai dengan hari ini. Bahkan Perijinan dan Pelayanan Terpadu sudah melebihi target atau diatas 100 persen, dengan target PAD sekitar Rp 300 juta.

Kemudian DPPKAD, sampai hari ini sudah mencapai Rp 10, 47 miliar, dari target tahun 2013 sekitar 10 miliar. “Tahun 2012 lalu kita target nya sebesar Rp 7, 7 miliar, yang dicapai sebesar 10,05 miliar. Jika dilihat jumlah itu, dari sisi target kita sudah meningkat,” katanya.

Ia mengaku, Pendapatan yang paling banyak di DPPKAD yakni pajak daerah, seperti perhotelan, restaurant,  dan galian C. namun khusus tahun ini, perolehan dari galian C berkurang. Karena pekerjaan fisik yang tidak sebanyak pada tahun sebelumnya.

Tambahnya, Tahun 2014 mendatang pihaknya menargetkan perolah PAD sebesar Rp 13 miliar. Pihaknya merasa optimis mampu meraih target itu, karena ditambah dengan sumber pendapatan baru yakni PBB. “Sebelumnya PBB ditangani KPP Pratama untuk pajak pusat, tapi sekarang sudah menjadi pajak daerah,” akunya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *