Pegawai Dishubkominfo Keluhkan Honor

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah pegawai honor di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bima mengeluhkan terlambatnya pembayara honor. Selam tiga bulan terakhir ini, hak mereka tersebut belum ditunaikan.

Kepala Dishubkominfo Kota Bima, Ach. Fathoni. Foto: AGUS

Kepala Dishubkominfo Kota Bima, Ach. Fathoni. Foto: AGUS

Menurut pengakuan sumber yang meminta identitasnya tidak ditulis, selama tiga bulan mereka sudah menjalankan tugasnya sebagai pegawai honor dinas setempat.  Namun hak mereka tak kunjung di bayarkan.

Padahal, honor tersebut sangat dibutuhkan untuk mencukupi keperluan sehari-hari. “Kami juga heran kenapa belum dibayarkan. Tiga bulan itu bukan waktu yang singkat,” kata sumber itu beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, pernah beberapa kali mereka menanyakan kapan honor mereka dibayarkan, namun jawabannya sama, uang honor sudah digunakan untuk kegiatan dinas. “Mestinya uang honor kami tidak boleh digunakan untuk kegiatan. Karena uang kegiatan sudah dianggarkan tersendiri,” sorotnya.

Dirinya mewakili sejumlah tenaga honor lain pun berharap, karena sudah menjalankan tugas dengan baik. Dinas diminta untuk memperhatikan nasib mereka selama tiga bulan tersebut.

Kepala Dishubkominfo Kota Bima, Achmad Fathoni, SH mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat terkait masalah honor tersebut. Namun saat tenaga honor diminta untuk menyampaikan masalahnya, tidak ada yang berbicara. “Nanti kami akan rapatkan lagi bagaimana sebenarnya yang terjadi,” ujarnya, Selasa (24/12).

Saat ditemui di depan gedung Convention Hall Paruga Nae, Toni membantah jika keterlambatan pembayara selama tiga bulan. Sebenarnya, hanya dua bulan saja, mulai dari bulan November sampai Desember 2013. “Tidak ada niat kami untuk tidak membayar honor tersebut. Uangnya juga ada di Kantor, nanti kita bayarkan apabila sudah selesai kegiatan,” terangnya.

Ditanya jumlah tenaga honor, Fathoni menyebutkan sebanyak 98 orang. Dari jumlah itu, baru sebagian yang belum dibayarakan. “Sebulannya, tergantung spesifikasi pendidikan. Untuk SMA sebesar Rp 350 ribu dan untuk Sarjana sebesar Rp 450 ribu,” sebutnya.

Dia menambahkan, jika nanti honor tersebut belum dibayarkan, itu akan menjadi utang pribadinya, bukan kantor. “Pengalaman tahun tahun sebelumnya juga, honor bahkan kita lebihkan. Cuman yang malas kerja dan jarang hadir saja yang tidak dapat. Kami juga menduga, yang mengeluh ini tenaga honor yang malas kerja,” pungkasnya.

*BIN

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *