Urgensi Keluarga sebagai Fondasi Menjaga Bangsa

Kota Bima, Kahaba.- Keluarga memiliki peran fundamental dalam menjaga bangsa-bangsa dari dekadensi dan kehancuran. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagai institusi terkecil dalam masyarakat, keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan pembangunan sebuah bangsa. Hal ini terkait erat dengan fungsi keluarga sebagai wahana pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Demikian yang disampaikan oleh Prof. DR. Siti Musdah Mulya, MA dalam ceramah umumnya saat mengisi seminar dalam rangka memeriahkan Hari Ibu ke-85 dan HUT DWP ke-14 tingkat Kota Bima, pada Selasa (24/12), bertempat di Paruga Nae Convention Hall.

Acara yang dihadiri oleh Walikota Bima HM Qurais H Abidin, didampingi Ketua TP PKK Kota Bima, Hj Yani Marlina beserta Wakil Walikota Bima, H.A Rahman H. Abidin, beserta Ibu Hj Badrah Ekawati. Hadir pula Sekda Kota Bima Ir Muhammad Rum,  pimpinan dan anggota DPRD Kota Bima, Unsur Muspida, dan seluruh pejabat dan pagawai lingkup Kota Bima, maupun undangan lainnya.

Diawali ceramahnya dengan  apresiasi yang sangat tinggi atas penerimaan dari seluruh masyarakat Kota Bima yang hangat dan penuh suka cita. Dipujinya pula kelompok marawis Kota Bima yang diasuh oleh Ketua TP PKK Kota Bima Hj Yani Marlina HM Qurais yang tampil sangat memukau diawal acara.

Lebih lanjut dalam ceramahnya, yang dibagi menjadi tiga bagian besar yakni Sejarah Hari Ibu, Penjelasan tentang makna keluarga dan peran perempuan dalam mengisi masa depannya. Dikupasnya bahwa keluarga merupakan sebuah pondasi dan institusi yang paling dicintai dalam Islam. Masyarakat terbentuk dari unit-unit yang lebih kecil dan keluarga merupakan unit yang paling kuno dan alami serta titik diawalinya kehidupan manusia.

Asas pembinaan sesebuah perkahwinan adalah untuk keluhuran dan ketenteraman hidup (Al-sakinah) sekaligus sebagai pembentukan sebuah masyarakat yang harmoni. Keharmonian masyarakat umumnya bermula daripada institusi keluarga yang mampu mewujudkan ketenangan dan kemantapan hidup bersama berasaskan kepada hubungan baik dan rasa kasih sayang antara satu sama lain. Dengan erti kata lain masyarakat yang harmoni mestilah terbina dari institusi keluarga yang bahagia dan harmoni.

“Keluarga adalah pusat perkumpulan dan poros untuk melestarikan tradisi-tradisi serta tempat untuk menyemai kasih sayang dan emosional. Unit ini ibarat landasan sebuah komunitas dan ketahanannya akan mendorong ketangguhan sebuah masyarakat”, ujar Musdah Mulya.

Dalam sambutannya Walikota Bima HM Qurais H Abidin memberikan penghargaan dan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kedatangan dan kesediaan Prof Dr Siti Musdah Mulya, MA yang didampingi suami tercinta Prof Dr Ahmad Thibraya untuk memberikan majelis ilmu di Kota Bima. “Kedatangan Ibu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat di Kota Bima, Sekali lagi Selamat Datang di Kota Bima”, ucapnya.

Disampaikannya bahwa menghadiri sebuah majelis ilmu merupakan amal ibadah. Kita patut merasa beruntung bahwa semua diberi sebuah kesempatan untuk bersilaturahim serta memperluas ilmu dan wawasan.

Sesuai dengan momen peringatan hari ibu, moment tersebut diharapkan masyarakat dapat menggali kembali ayat-ayat Al-Qur’ân yang berbicara tentang perempuan tanpa melupakan kondisi yang ada saat ini.

Dengan mempertimbangkan secara seimbang dan proporsional tiga hal yang sangat penting dalam penafsiran, yaitu teks serta kontekstualisasi, yaitu kondisi sosio-kultural pada saat turunnya al-qur’ân dan masa kini. “Mari kita saling bertukar pandangan untuk memperkaya wawasan kita semua. Dialog yang cerdas dan santun akan membentuk karakter kita menjadi lebih terbuka dan menghargai perbedaan”, harapnya.

 

Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, MA., merupakan aktivis perempuan, dosen, peneliti, dan penulis di bidang keagamaan. Kehadiran Musdah Mulya ke Kota Bima adalah berdasarkan undangan panitia peringatan hari ibu ke-85 tingkat Kota Bima.

Diakhir acara, Walikota Bima HM Qurais H Abidin mendapatkan kejutan berupa ke ulang tahun, karena pelaksanaan seminar ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Walikota Bima ke-53. Suasana kekeluargaan mengakhiri seminar ini dengan ribuan ucapan selamat dari para pejabat dan masyarakat. Walikota secara pribadi berharap usia ke-53 ini menjadi moment bahagia guna refleksi untuk lebih memberikan yang terbaik lagi bagi seluruh masyarakat Kota Bima.

*BIN/HUM

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *