Bantuan Belum Cair, Puluhan Warga Godo Datangi Dinsos

Kabupaten Bima, Kahaba. Puluhan warga Godo Kecamatan Woha, Jum’at (20/12) mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Bima. Mereka meminta dana bantuan untuk perbaikan ru

Ilustrasi.

Ilustrasi.

mah segera cair.

Mereka adalah korban insiden pembakaran rumah saat bentrok dengan warga Desa Kalampa beberapa waktu lalu. ” Kami minta bantuan itu harus segera dicairkan hari ini,” ujar salah seorang warga, Ilham kepada wartawan di Dinas setempat.

Harusnya bantuan tersebut diterima warga pada tanggal 11-12 desember pekan lalu. Namun, karena ada proses penawaran untuk rencana pemotongan, pencairan ditahan ditahan oleh oknum kepala Bidang pada Dinas Sosial, M Amin.

Sebelumnya,  pada tanggal 18 Desember, warga dikumpulkan di salah satu Masjid di wilayah setempat dan bertemu dengan M Amin. Dihadapan warga, M Amin mengaku tidak ada pemotongan bantuan. Ternyata beberapa hari kemudian,  M Amin mengusulkan kepada warga untuk pemotongan sebanyak Rp 700 ribu per rumah.  warga keberatan dan menolak karena rencana penarikan dinilai terlalu besar.

Sesuai kesepakatan, mereka hanya mau dipotong sebesar Rp 100 ribu per rumah. Tapi, M Amin masih ngotot dan menurunkan penawaran hingga sampai Rp 500 ribu.

Lagi-lagi penawaran oknum tersebut ditolak, mereka  hanya mampu menambah hingga menjadi Rp 150 ribu per rumah. Rencanya, bantuan mereka akan dipotong pada saat pencairan, bahkan rekening mereka dipegang oleh yang bersangkutan dengan alasan untuk mempermudah pencairan dana. ” Katanya pemotongan itu untuk biaya administrasi dan trasnportasi dinas ke jakarta. Sementara Kami hanya mampu memberikan sesuai kesepakatan bersama,” tuturnya.

Untuk memastikan bantuan yang akan mereka terima, puluhan warga mendatangi Dinas setempat. Namun, Saat hendak ke dinas sosial, mereka sempat dihadang  oleh sekelompok warga lain yang tidak mendapat bantuan.  Harusnya, mereka tiba jam 8 pagi, tapi karena dihadang mereka tiba jam 10 di dinas setempat.

Setelah tiba, mereka langsung diajak masuk di ruangan pertemuan dinas.
Ironisnya, setelah mereka tiba di Dinas sosial, warga langsung diminta untuk membuat Surat pertanggungjawaban (SPJ). Mereka pun menolak, dengan alasan uang belum cair.

” Inikan sangat aneh, uang belum cair kok langsung diminta buatkan SPJ. Tujuanya apa,” tanya warga.

Mereka pun membandingkan dengan daerah konflik lainya. Seperti Desa Laju dan Rompo yang konflik beberapa waktu lalu, bantuanya langsung dicairkan. Sementara Warga Godo sengaja dipersulit. ” Hanya kita saja yang dipersulit,” keluhnya.

Dihadapan puluhan Warga Godo, Kasubdi Bantuan Jaminan Sosial, M Amin, menyesal dengan kedatangan warga tersebut. Dia menginginkan, persoalan itu diselesaikan dengan cara musyawarah.

Dia menepis jika dirinya berencana untuk menyunat bantuan untuk perbaikan rumah warga yang terbakar. Dia justeru balik menuding, tuduhan warga tersebut adalah fitnah. “Itu fitnah pak, tidak benar saya menawarkan untuk menyunat bantuan warga,” tepisnya.

Dia mengaku tidak bermaksud untuk menunda pencairan, kendati bantuan sudah masuk ke rekening kelompok sejak dua hari. Namun karena terjadi perselisihan antara warga setempat, pencairan terpaksa di tunda. Warga lain pun juga mengancam akan membuat kericuhan jika mereka tidak mendapat bantuan yang sama. ” Ini masalah besar dan harus segera diselesaikan. Kami tidak ingin dihadang warga gara-gara persoalan itu,” tandasnya.

Dia menyebutkan, warga yang keberatan adalah rumahnya rusak ringan. Sehingga tidak masuk dalam kriteria untuk menerima bantuan dari Kementrian Sosial RI. “Awalnya yang rusak sedang itu tidak diterima, tapi karena kita merenge-renge, akhirnya semua yang kita usulkan, termasuk rusak sedang diterima oleh pemerintah pusat. Sementara rusak ringan, tidak masuk dalam kriteria,” paparnya.

Berdasarkan data yang diperolehnya, jumlah yang ditetapkan sebanyak 91 rumah. Bantuannya berfariasi, tergantung dari kerusakan.”Yang rusak berat sebesar  tujuh juta rupiah  per rumah, rusak sedang sebesar lima juta rupiah,” jelasnya.

Dia mengaku, bantuan tersebut sudah masuk kerening kelompok sejak dua hari yang lalu. Mengingat kedatangan warga setempat, bantuan langsung dicairkan hari ini. ” Sekali lagi, Sepersen pun tidak ada yang di potong,” tandasnya.

Dia menyebutkan, total anggaran untuk perbaikan rumah yang terbakar di Desa Godo sebanyak Rp 601 juta. Penggunaanya akan dibelanjakan oleh warga untuk bahan bangun rumah, selanjutnya dipertangungjawabkan oleh masing-masing kelompok. Sementara dalam hal ini, dinas setempat hanya melakukan pengawasan. “Soal penggunaan bantuan adalah pertanggungjawab kelompok. Dan harus memiliki bukti pembelanjaan material,” terangnya.

*SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *