Mengenang Tragedi Lambu, KMLB Gelar Do’a

Kabupaten Bima, Kahaba.- Masih belum terlupakan dalam benak masyarakat Bima khususnya masyarakat Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. Aksi pemblokiran Pelabuhan Sape pada tanggal 24 Desember 2011 tahun lalu yang berujung bentrok dengan aparat kepolisian sehingga menelan korban jiwa.

GMLB saat melakukan tetrikal mengenang Tragedi Lambu. Foto: AMI

GMLB saat melakukan tetrikal mengenang Tragedi Lambu. Foto: AMI

Aksi pemblokiran yang dilatar belakangi penolakan adanya tambang emas di wilayah Kecamatan Lambu tahun lalu itu, mengundang banyak simpati. Terutama dari kalangan mahasiswa dan masyarakat Lambu.

Untuk mengenangnya, Selasa (24/12/13), Kerukunan Mahasiswa Lambu Bima (KMLB) beserta masyarakat Kecamatan Lambu menggelar do’a bersama di lapangan Temba Romba Desa Rato Kecamatan Lambu.

Sebelum  melakukan do’a, Senin (23/12/13) KMLB beserta masyarakat berkonvoi keliling Kecamatan setempat. Antusias serta kekompakan masyarakat pun terlihat pada acara konvoi tersebut.

Keesokan harinya, setelah melakukan do’a merekapun berjiarah ke makam dua orang yang tewas dalam tragedi berdarah itu, yakni Syaiful (17) dan Arif Rahman (18). Terlihat kesedihan para pejiarah yang mengenang sosok kedua almarhum yang mengorbankan nyawa demi menolak kehadiran tambang di daerahnya.

“Meski kedua almarhum tersebut masih remaja, tetapi mereka  sudah kami anggap sebagai pahlawan karena sudah berani mengorbankan jiwa dan raganya,” ujar warga Lambu, Adi.

Adi mengatakan, acara seperti ini kemungkinan akan rutin dilakukan setiap tahun, mengingat tanggal 24 Desember tersebut merupakan tanggal yang bersejarah bagi masyarakat Kecamatan Lambu.

*AMI

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *