Banjir, Masih Merendam Sejumlah Desa di Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Hingga saat ini, sebagian wilayah di Kabupaten Bima masih digenangi air akibat banjir, Rabu (25/12/13). Berdasarkan data terakhir kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Kamis (26/12), Wilayah yang masih terendam banjir diantaranya di Kecamatan Woha dan Monta. Yakni Desa Naru, Desa Nisa, Desa Wadu Wani, Desa Tangga, dan Desa Sie.

Suasana saat warga mengungsi karena banjir. Foto: AGUS

Suasana saat warga Kabupaten Bima mengungsi karena banjir. Foto: AGUS

Beberapa desa di Kecamatan Palibelo, Belo, dan Bolo juga terdata masih di. Untuk logistik bantuan tanggap darurat, BPBD Kabupaten Bima sudah didistribusikan untuk membantu para korban.

Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Bima, Drs. Jaharudin, mengatakan, hingga saat ini petugas terus mendata jumlah korban dan kerugiannya akibat banjir. Luas lahan dan jumlah wilayah yang dilanda banjir juga masih didata.

Untuk memastikan berapa kerugiannya, membutuhkan waktu  karena luas wilayah dan banyaknya korban. “Saat ini kita masih di Kecamatan Woha memantau desa yang masih terendam banjir,” kata Jaharudin.

Menurutnya, nyaris semua wilayah dilanda banjir yang sama parahanya. Karena wilayah yang dilanda banjir begitu luas, pembangun posko bantuan dipusatkan di Kecamatan Woha.

Sementara untuk pendistribusian bantuan tanggap darurat, lanjut Jaharudin,  langsung didistribusikan melalui kantor kecamatan masing-masing. Untuk memaksimalkan distribusi bantuan logistik, petugas dan relawan dikerahkan. “Tentunya berkoordinasi dengan Kepala Desa masing-masing,” jelasnya.

Jenis bantuan tanggap darurat yang sudah disalurkan untuk korban banjir, yakni  beras sebanyak tiga ton, makana cepat saji seperti mie, sarden, dan air minum dalam kemasan. “Terpal dan selimut akan segera didistribusikan malam ini juga,” tandasnya.

Jaharudin mengaku, ada bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi NTB untuk korban banjir. Berupa terpal, selimut, makanan cepat saji, dan peralatan dapur.

Hanya saja, katanya, kendalanya adalah pada ketersediaan jumlah bantuan logistik. Mengingat korban banjir jumlahnya ribuan, sementara ketersediaannya saat ini kurang. “Tapi seluruhnya akan tetap dipenuhi,” tandas Jaharudin sembari menambahkan pihaknya mendapatkan kunjungan langsung dari BPBD Provinsi NTB yang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk menanggulangi banjir.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *