Obat Herbisida ‘Hama’ Lahan Pertanian Warga

Kabupaten  Bima, Kahaba.- Akibat  penggunaan obat herbisida, Warga mengalami kerugian lahan tani hingga ratusan hektar. Semua tanaman masyarakat berupa padi, jagung, kacang tanah dan kedelai, hancur. Obat tersebut adalah  merek brataxone produk PT MANUNGGAL dari jawa timur.

Ilustrasi

Ilustrasi

Usai menggunakan Brataxone, sekitar 600 hektar tanaman Masyarakat di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bima, mengalami kerugian yang dinilai cukup besar. Kecamatan yang mengalami kerugian diantaranya, Kecamatan Donggo, Bolo, Madapangga, Soromandi,  Sanggar dan Kore.
Awalnya, masyarakat menggunakan obat tersebut untuk penyemprotan gulma sebelum bercocok tanam. Usai lahan ditanam benih dan sampai tumbuh besar,  tiba-tiba  tanaman tersebut  mati mendadak.

Akibat persoalan tersebut, masyarakat langsung melaporkan ke  PHP (Petugas Hama Penyakit Lapangan) pertanian. Sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Donggo baru-baru ini, Karul jaman selaku tenaga PHP  mengaku, ketika mendengar adanya laporan masyarakat, pihaknya langsung malakukan survei pada lahan masyarakat dan menginventarisasi jumlah kerugian masyarakat.

“Di Kecamatan Donggo, mengalami kerugian hingga 200 hektar. Belum lagi di wilayah lain,” ujarnya.

Katanya, kasus yang menimpa masyarakat tersebut, sudah dilaporkan pada Dinas pertanian Kabupaten Bima. Karul mengaku, obat tersebut diperoleh warga pada salah satu pengecer di Kecamatan Bolo, yang bernama Aris.
Sementara Aris yang ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, awalnya obat tersebut tidak dipasarkan ke warga, tapi hanya dipakai pada lahan sendiri. Ketika di coba, kata Aris, hasilnya bagus.

“Karena khasiat obat itu manjur, saya  pesan lagi sebanyak 20 karton kepada distributor PT Manunggal Jawa Timur,” ujarnya.
Mendengar ada keluhan masyarakat, Aris mengaku kaget. Menyikapi hal itu, Aris mengaku langsung melaporkan ke pihak Distributor. Bahkan, ia telah mendata nama masyakat yang menggunakan obat Bersubsida. “Semuanya akan diberikan  ganti rugi,” kata dia.

*ASMADIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *