Badai Polemik Menerpa Posisi Ketua Golkar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sepeninggalan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bima, H. Ferry Zulkarnain, ST, kursi nomor satu di Partai  Golkar Kabupaten Bima kian kencang diperebutkan. Polemik penafsiran aturan organisasi pun mencuat.

Ilustrasi

Ilustrasi

Wacana Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) mulai bergelinding. Bagi sebagian kader, Musdalub adalah hal yang tidak mungkin dilakukan untuk saat ini. Namun, bagi yang lainnya, Musdalub adalah keharusan.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bima, Suryadin, mengatakan pelaksanaan Musdalub sangat urgen untuk mengisi kekosongan pimpinan partai saat ini. Suryadin mengaku perbedaan itu wajar, namun kalau masalah boleh atau tidaknya pelaksanaan Musdalub tak ada aturan yang melarang.

Jika merujuk pada hasil Rapimnas Partai Golkar sebelumnya, lanjut Suryadin, pemahamannya boleh dilakukan bila situasi pimpinan partai tidak lagi dapat menjalankan tugas dan kewajibannya. “Saya kira penafsiran pelarangan Musdalub, bila kondisi dan situasi yang normal, bukan kondisi Ketua yang tidak ada seperti saat ini. Musdalub itu keharusan,” tegasnya.

Menurut Suryadin, saat ini kondisi jabatan ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bima dianggap genting pasca wafatnya Ketua. Apalagi menjelang Pemilu 2014 yang tinggal beberapa bulan ke depan, untuk memaksimalkan kemenangan dibutuhkan kepemimpinan yang definitif. “Kalau tidak segera dilaksanakan Musdalub, maka organisasi tidak akan berjalan baik,” terang Suryadin yang dihubungi via telepon, Selasa (07/01).

Dikatakannya pula, tidak saja aturan yang membolehkan untuk segera dilaksanakannya Musdalub, aspirasi ini pun muncul dari kader partai di bawah, sebagai langkah untuk menyelamatkan partai. “Kami sedang dalam perjalanan ke Jakarta untuk menemui pengurus DPP untuk memperjuangkan pelaksanaan Musdalub sebelum Pemilu tanggal 9 April mendatang. Langkah partai jauh akan lebih baik, jika ada Ketua definitif,” tegasnya.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *