Setiap Pemilu, Partisipasi Pemilih Menurun

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setiap pemilihan umum (Pemilu) jumlah partisipasi pemilihan di Propinsi NTB termasuk di Kabupaten Bima menurun. Bahkan pada Pemilihan Gubernur NTB tahun 2013  jumlah pemilih di menurun hingga 20 %. Mengantisipasi menurunya partisipasi pemilih ini, Panwaslu Kabupaten Bima mencoba memberikan rangsangan dengan menggelar kegiatan Lounching Duta Panitia Pangawas (Panwas) dari tiga elemen yakni mahasiswa, pelajar SMA dan OMS yang digelar di Hotel Camelia, Rabu (8/1) siang.

Ilustrasi

Ilustrasi

Wakil Ketua Panwas Kabupaten Bima, Junaidin S.sos yang dikonfirmasi sesaat sebelum acara dimulai menuturkan, setiap pemilihan umum jumlah pemilih di NTB turun termasuk di Kabupaten Bima. Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah pemilih yang terdaftar saat itu tercatat sebanyak 300 ribu pemilih. Sementara untuk pemilihan legislatif tahun 2014 meningkat menjadi 320 ribu pemilih.

Berdasarkan kenyataan dari menurunnya tingkat partisipasi ini, pihaknya sebagai penyelenggara pun bertanggungjawab. Untuk itu, pihaknya mencoba menumbuhkan partisipasi ini kepada sekitar 50 peserta dari tiga elemen yakni Perguruan Tinggi, Pelajar SMA yang telah memenuhi syarat dan OMS dengan melounching Duta Pengawas Pemilu di Kabupaten Bima.

Sebab, sesuai dengan ketentuan pengawasan pemilu tak hanya dilakukan oleh Panwaslu namun juga oleh seluruh elemen termasuk yang disebutkan dimaksud. “Inilah sebabnya kami melibatkan jajaran sebagai organ yang bisa membantu kami dalam hal melakukan pengawasan Pemilu,” katanya.

Disebutkannya, penurunan drastis ini bisa dilihat pada Pemilukada lalu. Bahkan di beberapa daerah ada yang sampai 50 %. Sementara di NTB termasuk di Bima tercatat sebesar 20% dari jumlah pemilih Gubernur sebanyak 300 ribu pemilih. Apalagi saat ini banyak yang mengkampanyekan golput (golongan putih). Bahkan sampai ada yang berniat menggagalkan Pemilu. Sehingga melalui kegiatan ini, sebagai representasi upaya bagi pihaknya untuk mensosialisasikan pemilu.

Ditambahkannya, menurunnya partisipasi pemilih diakibatkan oleh beberapa faktor. Khusus di NTB karena adanya pengaruh sosialisasi yang tidak maksimal dan tidak tepat sasaran. Di samping itu, karena adanya tingkat kejenuhan masyarakat terhadap Pemilu yang beruntun, seperti pemilu Bupati/Walikota, Pemilu Gubernur, Pemilu Legislatif dan pemilu-pemilu lainnya.

*MAHFUD | YS

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. fulan bin fulan

    Krn pemilu adalah ; sistim kesyirikan, pelakunya bs menjadi musyrik.

    Contoh ;
    Memilih anggota legislatif adalah memilih tuhan_tuhan sebagai tandingan Allah yg mn tugas mrk nanti mengganti aturan Allah dgn aturan buatan mrk

    Contoh;
    Dlm alqur’an Allah telah menetapkan bhw pencuri yg mencuri maka potong tangan nya.
    Oleh pemerintah&dpr/mpr di ganti dgn kurungan penjara.

    Itu contoh kecil.di antara penyimpangan2 yg lain terhadap alqur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *