Walikota Ingatkan Honor K2 Tidak Tergoda Calo

Kota Bima, Kahaba.- Saat memberikan sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1435, Rabu (15/01) di Paruga Nae Convention Hall, Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin menekankan beberapa hal penting diantaranya mengenai penundaan pengumuman kelulusan seleksi tenaga honorer K2.

Ilustrasi

Ilustrasi

Rupanya, penundaan tersebut menjadi lahan munculnya para calo yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat. Dan sejauh ini sudah muncul kabar bahwa ada beberapa yang menjadi korban penipuan. Para calo menjamin kepastian kelulusan bagi para peserta seleksi tertulis tenaga honor K2 dengan catatan mereka mau membayar sejumlah uang kepada sang calo. Dihimbaunya kepada masyarakat agar tidak mudah terperdaya bujuk rayu para calo.

“Penentuan kelulusan para pegawai honor K2 semata-mata menjadi kewenangan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), tanpa intervensi pihak manapun termasuk pemerintah daerah,” tegasnya.

Kata dia, penipuan terhadap para tenaga honorer K2 ternyata tidak hanya terjadi di Kota Bima, melainkan juga di daerah lain. Ada Surat Palsu BKN bernomor 905/10.kep/2013 tentang pelaporan biodata pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten/kota, yang ditandatangani Deputi Kindang S.Kuspriyomurdono. Informasi penipuan ini disampaikan kepala subbagian publikasi BKN, Tomy Donardi, melalui situs resmi www.bkn.go.id. “Fenomena ini yang perlu kita sebarluaskan bersama kepada seluruh masyarakat, agar masyarakat berhati-hati dan korban penipuan tidak bertambah”, harapnya.

Oleh karenanya, ia berharap kepada masyarakat untuk bersabar menunggu pengumuman hasil kelulusan sesuai yang dijadwalkan oleh BKN. “Jika ingin mendapatkan informasi yang spesifik, langsung bertanya ke kantor BKD Kota Bima,” sarannya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Yth .Bapak MENPAN ( Menteri PemberdayaanAparatur Negara)Yth .Bapak Kepala ,BKN ( Badan Kepagawaian Negara)Kami dari Salah satu team pemerhati dikabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan. Dengan membaca disemua Media Cetak yang adadi sulawesi selatan, bahwa ada beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan termasukKabupaten Maros dimana tempat kami berdomosili, telah meminta Kepada MENPAN,bahwa untuk Kedepannya penerimaan CPNS, diberikan saja Kepercayan KepadaOtonomi Daerah untuk Menyeleksi Calon CPNS. / SEMOGA SAJA INI TIDAK TERJADI ,Sebab iniadalah lahan Empuk bagi Daerah.Tetapi Jika ini terjadi, maka ada juga benarnyabahwa semua Peserta Seleksi adalah keluarga dari pihak pemegang kekuasaan ditingkat Daerah yang dimulai dari Bapak BUPATI, WAKIL BUPATI, SEKDA, BKD, hinggaketingkat CAMAT semua ada calonnya ( titipan) kalaupun ada yang diterima dariluar ( bukan keluarga), maka peserta itu bukan dilihat dari Segi kepintarannyatetapi dilihat dari besar jumlah uangnya. Jadi kapan Negara kitamempunyai Mutu dari hal pekerjaan.Sama halnya untuk di Penerimaan tenagaHonorer K.2 ini, telah dipolitisasi yang dijadikan janji kampanye beberapaCALEG/ dan terus terang bahwa untuk Tenaga Honorer K2. ini, masih cukup banyakistilah titipan walaupun Tenaga Honorer SilumanBisa dibayangkan dan jika Perlu di Cek/diteliti secara langsung bahwa di KapbupatenMaros Propinsi Sulawesi Selatan, Tenaga Honorer di satu kantor Kecamatan sajaada sekitar 70- 100 Orang,dan dikali beberapa kantor Kecamatan,  Kantor DPRD sekitar 250 Orang. Secara LogikaTenaga Honorer ini Kerjanya Apa ????, dan tentunya ini semuanya Silumanjadi sebagai Kesimpulan, bahwa tolong dariPihak MENPAN untuk tidak memberi wewenang kepada daerah untuk Penerimaan CPNS !Terima kasihTeam PemerhatiKabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *