Lampu Jalan kini Gunakan PLTS

Kota Bima, Kahaba.- Penerangan umum atau lampu jalan kini tidak lagi menggunakan tenaga listrik. Awal tahun lalu, PT PLN Area Bima telah mulai munggunakannya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Ilustrasi

Ilustrasi

Manager PLN Are Bima, Heri Andi, mengaku, lampu jalan penerangan umum menggunakan PLTS sudah mulai menyala pada beberapa titik. Lokasinya, seperti di depan Bandara Sultan Salahudin Bima hingga di Polres Bima Kabupaten sebanyak 18 unit.

Kemudian, di kawasan Ule hingga perbatasan Kelurahan Kolo sebanyak 20 unit. Sementara di Kabupaten Dompu sebanyak 18 unit tersebar pada berbagai titik. “Lampu jalan penerangan umum menggunakan energi sinar matahari ini merupakan program bantuan PLN NTB,” ujar Heri, Senin (20/01/14).

Heri menjelaskan, setiap lampu menggunakan energi matahari. Caranya, lempengan yang diletakkan di atas tiang akan menyerap energi matahari, kemudian ditampung batrei dan disambung ke bohlam. “Secara otomatis pukul 18.00 Wita lampu tersebut menyala, dan pukul 06.00 WITA, padam. Lampu itu dilengkapi dengan foto sel, yang berfungsi apabila terkena matahari, maka jaringannya akan terlepas. Apabila gelap, maka akan tersambung dengan sendirinya,” jelasnya.

Lampu jalan pada tiga titik tersebut dalam waktu dekat akan diserahkan pihak PLN menjadi aset Pemerintah Daerah. “Kami berharap nanti bisa dijaga dan dirawat. Kapan waktu penyerahannya nanti tunggu koordinasi dengan pihak PLN Wilayah NTB,” tutur Heri.

Dia menambahkan, keunggulan PLTS, yang pertama yakni tidak menggunakan energi listrik dari PLN, kemudian menyerap tenaga matahari, dan tidak lagi memikirkan rekening. Sementara kelemahannya, apabila tidak ada sinar matahari atau cuaca mendung sepanjang hari, tetap dapat suplai daya matahari, hanya saja lampu tidak akan menyala maksimal. “Tetap menyala, tapi tidak maksimal, mungkin nyalanya hanya hingga jam 12 malam saja,” terang Heri.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *