Puluhan Rumah Warga Jatiwangi ‘Disapu’ Angin Puting Beliung

Kota Bima, Kahaba.- Intensitas hujan yang disertai angin kencang beberapa hari terakhir, sungguh menguatirkan. Jumat (31/01/14) siang, angin puting beliung ‘menyapu’ dua lingkungan di Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima. Akibatnya, 73 unit rumah milik warga rusak, tiga diantaranya rata dengan tanah.

Puing-puing rumah warga yang dilabrak angin puting beliung, Jumat (31/01/14) siang. Foto: BIN

Puing-puing rumah warga yang dilabrak angin puting beliung, Jumat (31/01/14) siang. Foto: BIN

Angin puting beliung menyapu ligkungan Kedo dan Tolotongga kelurahan Jatiwangi beberapa saat usai shalat Jumat. Meski berlangsung singkat, kekuatan dan kecepatan angin dari arah barat pegunungan setempat, mampu meluluh-lantahkan bangunan rumah warga.

Untung saja, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, karena warga cepat berhamburan ke luar rumah. Namun, bagi warga yang rumah rusak, mengalami kerugian yang tidak sedikit.  “Angin menghantam rumah warga sekitar empat menit,” ujar Ruslan (26), warga Kedo Kelurahan Jatiwangi, Jumat siang.

Angin puting beliung tidak hanya menghancurkan rumah, tetapi juga menumbangkan sejumlah pohon. Selain itu, memutuskan kabel jaringan listrik. Bahkan, antena parabola milik warga terbang hingga sekitar 30 meter dari posisi semula.

Ruslan menuturkan, usai shalat Jumat sedang bersantai di depan rumah. Tiba-tiba angin bergemuruh dan menyapu rumah warga.

Atap rumah warga yang kebanyakan terbuat dari seng, katanya, beterbangan. Bahkan, ada seng yang nyangkut di pepohonan setinggi 15 meter. “Saya pun hampir kena seng, kalau tidak menghindar bisa terpotong leher saya,” tutur Ruslan.

Korban angin puting beliung, Putri Indah Sari (26), mengaku, saat angin menerpa, sedang berjualan di pos jaga samping masjid.

Karena panik, Putri berteriak memanggil suaminya, Dedi Mulyadin (26) yang sedang tidur di rumah. Saat berusaha menyelamatkan diri, tiba-tiba pos jaga tempatnya berjualan digulung angin. “Begitu saya turun, pos jaga langsung tergulung dan dagangan saya tak bisa diselamatkan,” kata Putri yang terluka di bagian lutut kanannya saat berusaha menyelamatkan diri ini.

Putri mengaku, suaminya juga nyaris menjadi korban. Untungnya, saat itu suaminya cepat melompat ke luar rumah.

Tidak berselang lama setelah suaminya melompat, lanjut Putri, rumah miliknya roboh dilabrak angin hingga rata dengan tanah. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan, termasuk barang eletronik dan gabah.

Selain itu, sejumlah kambing yang ada di bagian bawah rumahnya juga ikut menjadi korban. Akibat peristiwa ini, Putri mengalami kerugian puluhan juta.

Pasca-insiden angin putting beliung, aparat Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan mendatangi lokasi. Aparat mendata pendataan jumlah rumah yang rusak, termasuk kerugian yang dialami warga.

Lurah Jatiwangi, Fajarudin, S.Sos, menyebutkan, jumlah rumah yang rusak akibat angin putting beliung sebanyak 73 unit. Termasuk tiga diantaranya rata dengan tanah.

Fajarudin merinci, kerusakan rumah di RT 21 sebanyak 22 unit, RT 18 lingkungan Tolotongga  sebanyak 16 unit, dan Lingkungan Kedo 32 unit. Masing-masing rumah mengalami kerusakan berat pada bagian atap. “Tidak ada korban jiwa, hanya dua orang warga yang mengalami luka ringan,” kata Fajarudin.

Insiden angin putting beliung sudah dilaporkan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima. Untuk sementara, para korban akan diberikan bantuan tanggap darurat.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *