Inflasi, Kota Bima Diurutan 26 Nasional

Kota Bima, Kahaba.- Januari 2014, Kota Bima mengalami inflasi sebesar 1,27 persen. Kondisi demikian menempatkan Kota Bima berada pada rangking 26 nasional, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,44 persen dari 82 Kota se-Indonesia.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Drs. Is Fahmin,  mengatakan, berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima, Inflasi atau tingkat kenaikan harga barang yang tidak sepadan dengan proses menurunnya mata uang secara kontinyu, Kota Bima termasuk dari 78 daerah Kota se-Indoensia yang mengalami inflasi. Minus empat Kota yang mengalami deflasi atau harga barang secara umum jatuh, sementara harga dan nilai uang meningkat.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 3,79 persen. Inflasi terendah di Kota Pontianak sebesar 0,04 persen,” jelas Fahmi dalam pernyataan pers yang disampaikan, Selasa (04/02/14).

Sementara deflasi tertinggi, katanya, terjadi di Kota Sorong sebesar 0,17 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,07 persen.

Inflasi di Kota Bima, lanjut Fahmi, dipengaruhi oleh kenaikan pada kelompok bahan makanan sebesar 1,20 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, mengalami inflasi sebesar 5,04 persen.

Kelompok sandang terjadi inflasi sebesar 0,04 persen. Sedangkan kelompok kesehatan, pendidikan, rekreasi, olahraga, kelompok transportasi atau komunikasi, dan jasa keuangan, tidak mengalami perubahan indeks. “Untuk kelompok yang mengalami penurunan indeks, hanya kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yaitu sebesar 0.05 persen,” jelas Fahmi.

Kata dia, besaran angka inflasi Kota Bima secara nasional tersebut, jika dibanding tahun sebelumnya mengalami mengalami trand penurunan yang positif. Sebagaimana tertera dalam rilis BPS, laju inflasi tahun kelender (Januari 2013) sebesar 1,27 persen dan laju inflasi “year on year” atau terhitung tahun ke tahun (Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 10,11 persen.

Fahmi menyebutkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi Kota Bima Januari Tahun 2014 yakni, yakni mie kering instan sebesar 0,4221 persen, kue kering berminyak 0,2660 persen, beras 0,1096 persen, daging ayam 0,1053 persen, ayam hidup sebesar 0,0966 persen.

Lainnya yang mempengaruhi inflasi, yaitu ikan kakap merah sebesar 0,0932 persen, Lalu untuk komunitas yang dominan memberikan deflasi yakni, selar atau tude sebesar 0,2845 persen, tomat sayur sebesar4 0,2372 persen, bawang merah 0,1308 persen, bandeng 0,0350 persen, tauge sebesar 0,0263 persen. Sedangkan untuk tingkat nasional mengalami inflasi 1,07 persen dengan IHK sebesar 110,99 persen dengan laju inflasi tahun kalender 1,07 persen dan year on year sebesar 8,22 persen.

Fahmi menjelaskan, perkembangan harga komoditas pada Januari 2014, secara umum menunjukan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS dengan menggunakan penghitungan dengan tahun dasar baru (2012:100), di Kota Bima pada Januari 2014 terjadi inflasi sebesar 1,27 persen. Terjadi kenaikan IHK dari 112,02 persen pada Desember 2013 menjadi 113,44 persen pada Januari 2014. Laju inflasi kalender (Januari 2014) sebesar 1,27 persen, sedangkan inflasi year on year Januari 2014 terhadap Januari 2013 sebesar 10,11 persen.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *