Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Sape dan Lambu Datangi PU

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan warga dan mahasiswa yang bergabung dalam Kerukunann keluarga Pelajar dan Mahasiswa Sape  (KKPMS), mendatangi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bima, Selasa (11/02/14). Mereka berhasil menemui Kepala Dinas PU, Ir Nggempo untuk menanyakan tindaklanjut terkait perbaikan jalan yang sudah rusak di Kecamatan Sape dan Lambu.

Ilustrasi

Ilustrasi

Dalam audensinya, mahasiwa menuntut perbaikan jalan di dua wilayah setempat segera dilakukan, karena mengingat kondisinya cukup memprihatinkan. Sebelumnya, kata mahasiswa, PU telah membuat komitmen akan memperbaikan jalan tersebut, mulai bulan February 2014. Namun, janji tersebut hingga saat ini, belum terlaksana.” Ini kan pembohongan publik,” ujar ketua KKPMS, Ikhwan Budimansyah kepada wartawan.

Ia menyebutkan, kondisi jalan di dua kecamatan tersebut, kini cukup memprihatinkan. Selain berlubang, ruas jalan penuh dengan bebatuan. Padahal, kata dia, jalan merupakan jalur utama bagi masyarakat.” Bayangkan hampir sepuluh tahun jalan itu tidak pernah diperbaiki, sementara pemerintah masih menutup mata,” keluhnya.

Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah Provinsi NTB untuk segera mengambil sikap, karena jalan tersebut merupakan tanggungjawab pemerintah Provinsi. Jika tuntutan mahasiswa tidak dipenuhi, mereka mengancam akan melakukan aksi tutup jalan Negara yang menuju Nusa Tenggara Timnur (NTT).

Sementara itu, Kadis PU Kabupaten Bima, Ir Nggempo mengatakan saat menerima mahasiswa, jalan tersebut adalah kewenangan pemerintah provinsi. Namun realisasinya, semua jalan yang telah diusulkan ke Provinsi, terutama jalan Sape-Wera, Lambu-Karumbu dan Soromandi beberapa waktu lalu, saat ini masih dalam proses tender.” Kemungkinan, pada bulan maret ini akan mulai dikerjakan,” pungkasnya. * SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *