Tunjangan Sertifikasi Mandeg, Kemenag RI Disalahkan

Kota Bima, Kahaba,- Meski hampir lima bulan menunggu, sebanyak 58 guru di Kota Bima, harus rela bersabar untuk menerima pencairan kekurangan tunjangan profesi tahun 2013 lalu. Hingga saat ini, tunjangan sertifikasi guru tersebut belum dicairkan karena terganjal utang Negara yang terlalu banyak.

Tunjangan sertifikasi guru untuk Kabupaten Bima telah dicairkan

Tunjangan sertifikasi

Secara terpisah, Kepala Kementrian agama (Kemenag) Kota Bima, melalui Kepala Bagian Tata Usaha, H M Safi’i yang ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (19/02/14) mengaku, kekurangan tunjangan 58 guru bersertifikasi itu adalah murni kesalahan Kemenag Pusat, bukan kesalahan Kemenag Kota Bima.

“Tunjangan itu belum dibayarkan karena terhambat oleh utang Negara yang terlalu besar,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya telah berkali-kali melaporkan hal tersebut ke Kemenag Pusat disertai daftar nama 58 guru yang belum menerima tunjangannya sertifikasi. Namun, Kemenag beralasan belum ada dana untuk membayarnya. Safi’i mengaku belum tahu secara pasti kapan pencairan dilaksanakan.

“Sampai sekarang kami belum menerima informasi lebih lanjut, apakah pencairan kekurangan tunjangan ini akan dibayarkan awal tahun atau kapan,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengharapkan agar sejumlah guru bersabar, karena dengan kondisi demikian menyebabkan anggaran pencairan tunjangan sertifikasi guru berkurang.

” Sebenarnya, kami sudah cukup lama mengajukan usulan untuk kekurangan tunjangan guru lima bulan itu, tapi sampai detik ini belum ada jawaban secara pasti dari Kemenag Pusat,” pungkasnya. *SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *