2014, Bazda Kabupaten Bima Luncurkan Program Stimulan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Peran Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Bima, terhadap masalah sosial di masyarakat, terus dilakukan. Selain aktif dalam penanggulangan bencana alam baru-aru ini, program baru juga akan mulai diluncurkan. Pasalnya,  masyarakat fakir miskin akan mendapatkan bantuan melalui program stimulant tahun 2014.

H Abubakar H Usman, Ketua Bazda Kabupaten Bima.Ketua Bazda Kabupaten Bima, H Abubakar H Usman mengatakan, masing-masing fakir miskin akan menerima bantuan modal usaha dengan system penyaluran bantuan stimulan tahun 2014.

 “Bantuan ini hanya disalurkan bagi masyarakat fakir miskin dan mu’alaf,” ujar H Abubakar.Bantuan stimulan tersebut akan dikelolah oleh masyarakat untuk usaha ternak dan tenunan khas Bima. Penyaluranya sesuai dengan pengajuan yang terantum dalam proposal. Hanya saja, besarnya bantuan bervariasi dan disesuaikan dengan volume anggaran yang ada.

“Kami akan salurkan sebanyak zakat yang mereka setor ke Bazda Kecamatan,” tuturnya.

 Hebatnya lagi, program perdana Bazda Kabupaten Bima ini, tidak dibatasi. Bagi masyarakat yang sudah mengusulkan dan dianggap layak untuk menerima bantuan, semuanya akan diakomodir dengan system penyaluran secara perorangan.

“Kalau dianggap layak untuk menerima, semuanya akan diakomodir,” katanya.

Dia menambahkan, munculnya program tersebut atas usulan Bazda Kecamatan. Ketika pihaknya turun di tiap-tiap Kecamatan, selain usaha ternak ternyata masih banyak juga masyarakat yang masih aktif mempertahankan tenun sebagai khas Bima. Karena itu, pihaknya dipercayakan untuk melaksanakan program stimulant melalui zakat dalam mengentaskan masalah sosial dimasyarakat.

“Selain untuk menambah kebutuhan masyarakat, juga untuk menambah pendapatan masyarakat,”pungkasnya. *SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *