Lima Orang Relasi Ikut Bimtek di Mataram

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak lima orang relawan demokrasi (relasi) yang dibentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima, akan mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) di Mataram. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (28/02) hingga Sabtu (01/03) mendatang. Para relasi ini akan berangkat pada Kamis sore yang didampingi salah satu komisioner KPU Kota Bima.

Ilustrasi

Ilustrasi

Lima relasi yang akan mengikuti bimtek tersebut merupakan koordinator masing-masing segmen. Masing-masing,  Ady Supriadin mewakili segmen pemilih pemula, Ruhfida segmen masyarakat pinggiran, Nurdiansyah segmen keagamaan, Sri Wahyuningsih segmen perempuan dan Hayatun Nufus mewakili segmen disabilitas atau penyandang cacat.

 “Kegiatan bimtek ini akan diikuti oleh seluruh perwakilan relasi di NTB,” jelas Ketua Divisi Sosialiasi dan Pendidikan Pemilih KPU Kota Bima, Agussalim, S.Ag.

Komisioner dari unsur jurnalis ini menjelaskan, bimtek bertujuan untuk meningkatkan pemahaman relawan terhadap persoalan yang berkaitan dengan pemilu. Dalam pelaksanaan bimtek, para peserta diberikan pemahaman atau pengetahuan mengenai tugas dan fungsi seorang relawan demokrasi dalam Pemilihan Umum.  Karena itu, kata dia, Ada hal-hal tertentu yang perlu ditanamkan kepada relawan agar natinya di lapangan dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

 “Mudah-mudahan setelah mendapatkan bimtek, relasi dapat memahami tugas dan fungsinya pada saat di lapangan,” terang Agus.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua KPU Kota Bima, Bukhari. Ia menjelaskan, pembentukan relawan demokrasi ini untuk menekan angka Golput, memberikan pemahaman kepada mesyarakat terkait tata cara mencoblos yang benar. Selain itu, relawan demokrasi juga bertugas untuk miningkatkan pelayanan kepada pemilih yang punya kebutuhan khusus (penyandang disabilitas seperti tunanetra, tunawicara, tunadaksa, lansia (lanjut usia) serta pemahaman kepada pemilih pemula.

“ Kepada 20 anggota relasi juga akan menyerahkan kembali SK revisi menggantikan SK sebelumnya,” ujarnya

Dia mengaku, memang terjadi kendala terlambatnya penetapan komisioner KPU di semua daerah di NTB sehingga menyebabkan relasi terlambat mendapat SK.  Kendati demikian, diharapkannya hal itu tidak membuat anggota relasi pesimis untuk menjalankan tugas meningkatkan partisipasi pemilih di Kota Bima.*SYARIF

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *