Marmer Oi Fo’o Nihil Sumbang PAD

Kota Bima – Kahaba,- Kurang lebih tiga tahun sudah PT. Pasific Union Indonesia (PUI) melakukan ekplorasi dan produksi batu marmer di wilayah pegunungan Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima. Anehnya, hingga saat ini tak satu sen pun pernah ada kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bima.

Kasi Pertambangan, Dinas PU) Kota Bima, Fachurozi

Kasi Pertambangan, Dinas PU) Kota Bima, Fachurozi

Sementara dari lokasi ekploitasi, ratusan bongkahan batu berukuran besar berjejer seolah sudah mulai dilakukan produksi. Namun informasi dari pekerja setempat, hingga saat ini belum ditemukan batu marmer yang layak untuk kualitas ekspor, sehingga terus dilakukan penggalian.

Tapi berbeda dengan presentasi yang disampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima sebelumnya pada masyarakat. Bila pertambangan marmer sudah melakukan operasi produksi, maka langsung dapat meningkatkan PAD Kota Bima. Tidak hanya itu, masyarakat sekitar wilayah pertambangan pun akan mendapat manfaat ekonomis.

Kasi Pertambangan, Bidang Pertambangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bima, Fachurozi mengakui usaha pertambangan marmer di kawasan pegunungan Kelurahan Oi Fo’O belum dapat memberikan sumbangsih PAD bagi Kota Bima. “Dari manajemen PT. PUI melaporkan belum ada hasil proses produksi yang dilakukan,” ujarnya, Selasa (13/5).

Lanjutnya, sampai saat ini pun pihak perusahaan belum mendapatkan batu marmer yang berkualitas. Hanya batu biasa yang kualitasnya belum termasuk marmer. “Oleh karena itu Pemerintah sampai saat ini tidak bisa mendesak perusahaan memberikan sumbangsih PAD,” katanya.

Ia mengaku, sesuai Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 12 Tahun 2010 tentang pertambangan, pihak ketiga baru dapat memberikan sumbangsih persentase PAD pada Pemerintah setelah dalam proses produksinya telah berhasil menjual mineral yang ditambang.

Ia pun enggan berkomentar tentang dokumen penelitian PT. PUI terhadap lokasi batuan marmer yang sarat menyalahi prosedur. Dia hanya beralasan batu marmer masih perlu digali lebih dalam untuk menemukannya. (DEDY)

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. sandi

    ha………………………. ngapain massssssssssssssssssssssssssss kasiiiiiiiiiiiiiiii pertambannnnnnnnnnnnnnnnnnnnngan kasih ijin produksi klo belum siap…………………. ya belajar donx jangan jengggggot aja yang dipanjangiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin otak juga perlu di kasih ilmu………………………..

  2. sandi

    itu pt …… mungkin pt…… tidak jelas…. masa tidak tau kualitas marmer mgkin tidak punya data…. kok sekarang bilang belum ada hasil…………… mana hasil iup eksloparasi (studi kelayakan, eksplorasi dan pendahuluannnnya) kok udaj ijin produksi baru bilang sekarang….. anak bodoh juga tau tata cara perijinan mgkn kasiiiiii ini belum belajar…. belajar ke negeri cina kata pepatah… jangan sampai tano udah tenggggggelam kapalnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *