Pungli di Dinas Dikpora, Kadis Masa Bodoh

Kota Bima, Kahaba.- Dugaan Praktek pungutan liar (Pungli) di Dinas Dikpora Kota Bima kembali disuarakan. Tidak hanya tahun – tahun sebelumnya, tahun ini pun berbagai alasan dijadikan dasar untuk melakukan Pungli.

Ilustrasi

Ilustrasi

Salah seorang guru dari Sekolah Dasar (SD) yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, anggaran  untuk Try Out dipungut Dinas Dikpora Kota Bima pada sejumlah SDN. Besarannya Rp 38 ribu per siswa. Sementara perbandingan try Out tahun 2012 lalu hanya Rp16.500 ribu dari 2700 peserta, itupun dilakukan dalam dua tahap.

“Bahkan setiap diadakan rapat, baik dalam persiapan try out atau rapat umum lainya, tidak pernah dilibatkan Pengawas dan Korwas. Apalagi membahas adanya pungutan yang dimaksud,” sorotnya.

Tidak hanya itu, Tahun inipun dikumpulkan uang upacara Hardiknas sebanyak Rp 200 ribu per sekolah dan penarikan uang UN sebanyak Rp 24,500 per siswa. “Semuanya dimintai uang, padahal tidak ada aturan yang menyebutkan pungutan seperti itu,” keluhnya.

Pihaknya menduga, kaitan dengan pengumpulan uang tersebut tentu ada perintah dari Kepala Dinas, Sekretaris, dan Kepala Bidang di Dinas Dikpora Kota Bima.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. Suryadi yang berusaha dihubungi beberapa kali, tidak pernah berhasil ditemui. Stafnya selalu mengaku, Pak Kadis sibuk. Bahkan dihubungi via celuller, tidak pernah ditanggapi.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *