Lurah Lewirato “Cacat” Kinerja, Kasi Angkat Bicara

Kota Bima, Kahaba.- Tidak tahan dengan kinerja Kepala Kelurahan Lewirato yang tidak transparan, tak menghargai bawahan dan tidak paham manajemen birokrasi. Kasi Pemerintahan kantor setempat angkat bicara dan membuka dugaan kebobrokan pimpinannya.

Ardy Firmansyah, S.Sos Kasi Pemerintah Kelurahan Lewirato mengungkap dugaan bobrok kinerja Lurah Lewirato. Foto: Bin

Ardy Firmansyah, S.Sos Kasi Pemerintah Kelurahan Lewirato mengungkap dugaan bobroknya kinerja Lurah Lewirato. Foto: Bin

Adalah Ardy Firmansyah, S.Sos selaku Kepala Seksi (Kasi) Pemerintah Kelurahan Lewirato mengaku kondisi kelurahan setempat dibawah kepimpinan, Emi Mulyati, SE sangat bobrok. Sejumlah persoalan terjadi, dibiarkan dan tak ada niat untuk memperbaikinya. Kendat sudah dikritisi secara internal, namun selalu dianggap angin lalu.

“Begini saja selama dua tahun terakhir saya berada di Kantor Lurah Lewirato. Kepala Kelurahan yang nota bene orang kampung sendiri dan diharapkan mampu membawa kelurahan lebih baik, justru malah sebaliknya,” sorotnya.

Ia pun menyebutkan sejumlah persoalan yang dimaksud. Seperti pengelolaan semua anggaran Kelurahan tidak pernah dilakukan dengan transparan. Semua Kasi dan staf Kelurahan tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan anggaran. Jangankan mengetahui Rencana Kerja Anggaran (RKA), bentuk RKA saja pegawai setempat tidak tahu.

“Penggunaan anggaran tersebut hanya diketahui oleh Lurah, Bendahara saja tidak tahu. Yang mengurus uang untuk LPJ saja, Ibu Lurah harus membayar dan mempekerjakan orang diluar Kelurahan. Demikian praktek itu selama saya berada di Kelurahan Lewirato, ungkapnya.

Masalah lain, lanjutnya, fasilitas kerja tidak pernah diperhatikan. Printer sebagai kebutuhan utama pelayanan dibiarkan dalam keadaan rusak. Malah dirinya mendatangkan printer sendiri, semata – mata untuk memastikan tetap berjalannya pelayanan kepada masyarakat.

“Tidak hanya itu, fasilitas Motor Dinas Kantor pun, lebih banyak disimpan di rumah Ibu Lurah sendiri, dari pada dibawa untuk operasional kantor,” ujarnya.

Kemudian, kata pemuda yang juga Anggota Karang Taruna Kelurahan Lewirato tersebut, untuk kebutuhan informasi juga sangat memprihatinkan. Bahkan peta wilayah saja tidak ada sama sekali. Belum lagi data kependudukan. “Setelah saya perhatikan di sejumlah Kelurahan lain, hanya Kelurahan Lewirato saja yang tidak memiliki peta wilayah Kelurahan,” terangnya.

Tidak hanya itu, pihak Kelurahan pun tidak pernah melakukan pendataan penduduk. Sementara perangkat RT dan RW seakan diabaikan karena buku induk warga saja tidak dimiliki. “Alasan Lurah karena tidak ada anggaran. Lalu apa yang bisa kita input, pendataan saja tidak pernah dilakukan,” herannya.

Masalah lainnya, menyangkut motor sampah yang hingga kini dibiarkan tersimpan dengan kondisi rusak di bengkel. Padahal, yang diketahuinya, Kelurahan memiliki anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan kendaraan operasional. “Motor sampah itu sudah setahun lebih tidak pernah diperbaiki. Aktifitas angkut sampah dari rumah ke rumah di Kelurahan tidak ada lagi. Warga semua mempertanyakan juga masalah itu,” jelasnya.

Untuk itu, ia mendesak Pemerintah Kota Bima melakukan evaluasi total kinerja Lurah Lewirato. Bila perlu, Inspektorat hadir dan mengaudit penggunaan anggaran selama ini. Agar bisa diketahui, apakah memang anggaran Kelurahan acapkali disalahgunakan untuk kepentingan luar tugas dinas atau tidak.

Sementara itu, Lurah Lewirato, Emi Mulyati, SE yang dimintai tanggapan membantah semua tudingan yang diarahkan padanya. Ardy, menurut dia terlalu berlebihan dan mengarang-ngarang tentang kondisi Kelurahan Lewirato. Penyebabnya, dinilai karena ada sentimen pribadi saat dirinya dikritik sehari sebelum itu. “Semua mau dikritik oleh Ardy, tak ada yang benar menurut dia. Padahal kita selalu terbuka dalam hal apapun,” tegas Emi ditemui di kantor setempat.

Mengenai anggaran kata Emi, dirinya tidak pernah menutupi penggunaan maupun pelaporan. Semua Kepala Seksi selalu dilibatkan dan diajak koordinasi untuk membahas berbagai persoalan Kelurahan, terutama berkaitan dengan anggaran. “Malah Ardy sendiri yang selalu malas di kantor. Tanya saja semua staf disini bagaimana dia dalam bekerja,” ujarnya.

Terkait kondisi sarana pendukung, seperti printer diakuinya saat ini masih dalam kondisi baik dan bisa digunakan. Justru Emi merasa heran dengan bawahannya Ardy yang tiba-tiba mendatangkan printer dari luar untuk mengerjakan tugas kantor.

Sementara soal motor sampah dibenarkannya saat ini dalam kondisi rusak dibengkel terdekat. “Kami memang tidak perbaiki karena kebetulah tiga orang tenaganya malas. Tapi anggaran perbaikan dan pemeliharaan tidak pernah kami ajukan karena sudah ada truk sampah yang beroperasi di Lewirato tiga kali seminggu,” jelasnya.

Hal lain mengenai data kependudukan terangnya, Kelurahan telah memberikan tugas kepada perangkat RT dan RW untuk melakukan pendataan. “Tidak benar tidak ada pendataan. Pelayanan terhadap masyarakat disini tetap berjalan dengan baik dan tidak pernah terhambat. Apalagi hanya karena masalah printer,” tambahnya.

*DEDY/BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *