Peluru Nyasar, Bocah 7 Tahun Terluka

Kota Bima, Kahaba.- Malangnian nasib Fina Sofira (7), bocah RT 06 RW 02 Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima ini harus menjadi korban peluru nyasar. Diduga, Fina terkena peluru nyasar dari tembakan Polisi saat penggerebekan Judi Sabung Ayam di Kelurahan setempat, Sabtu (25/5) sekitar pukul 12.00 Wita.

Dugaan Peluru Nyasar. Ratusan warga sekitar mendatangi Polsek Rasanae Timur. Foto: DEDY

Dugaan Peluru Nyasar. Ratusan warga sekitar mendatangi Polsek Rasanae Timur. Foto: DEDY

Keluarga dan tetanggalangsung membawa korban ke RSUD Bima. Untung saja, korban hanya luka pada telinga bagian kanan dan luka lecet pada pipi bagian kiri.

Akibat kejadian tersebut, ratusan warga sekitar mendatangi Polsek Rasanae Timur, memprotes kejadian itu. Mapolsek yang bersebelahan dengan terminal Kumbe pun, ramai oleh suara dan teriakan warga yang sebagiannya ibu-ibu, menuntut pelaku penembakan diusut.

Tiga truk Dalmas Polres Bima Kota dikerahkan untuk mengamankan situasi.Sejumlah Perwira Tinggi Polres Bima Kota turun ke lokasi untuk menenangkan warga.Beberap jam kemudian, warga membubarkan diri.

Menurut ibu korban, Kalisom (34), awalnya tidak ada yang mengetahui putrinya terkena peluru nyasar.Baru diketahui setelah Fina muncul berlumuran darah pada bagian telinga, setelah beberapa saat sejumlah anggota Kepolisian mengejar para penyabung ayam.

Kalisom pun memeriksa telinga korban dan menanyakan penyebabnya. Fina pun mengaku terkena peluru saat berada ditengah kerumunan orang-orang yang berlarian dari kejaran Polisi.

Melihat luka putrinya cukup serius, Kalisom dibantu sejumlah tetangganya lantas membawa Fina ke RSUD Bima.

Kalisom menceritakan, insiden yang menimpa putrinya terjadi sekitar pukul 12.00 Wita di samping rumah tetangganya RT 06 RW 02. Saat itu, aparat Kepolisian dan sejumlah orang tak dikenal terlihat ramai didepan rumah. “Belum lagi orang yang tak dikena menggunakan baju preman dan warga pada berlarian,” ujarnya di RSUD Bima, Sabtu siang.

Kalisom berharap, putri kelimanya itu dirawat dengan baik.Aparat Kepolisian diminta segera mengungkap penyebab peluru hingga mengenai anaknya.

Kabag Ops Polres BimaKota, IPTU Abdi M, mengatakan, atas perintah institusi akan menanggung semua biaya pengobatan korban. Karena setiap ada kejadian yang muncul diluar dugaan saat dalam melaksanakan tugas, seperti ada korban yang terluka meski bukan dilakukan oleh pihaknya, tetap menjadi bagian tanggungjawab institusi mengobatinya.

Mengenai dugaan korban terkena peluru nyasar dari aparat Kepolisian, Abdi enggan mengomentarinya.“Masih kita selidiki,” kata Abdi.

Pihak RSUD Bima yang menangani korban pun tidak berani memberikan keterangan hasil visum terkait penyebab luka yang dialami korban. “Kami tidak tidak berani menjelaskan sebelum ada rekomendasi dari bagian Humas RSUD Bima, karena bagian Humas yang memliki wewenang untuk menyampaikan informasi ini,” ujar dokter piket RSUD Bima, dr. Ulfah.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *