Siswa Kritisi Profesionalisme Wartawan

Kota Bima, Kahaba.- Siswa di dua sekolah, MAN 1 dan SMAN 2 Kota Bima, terlihat antusias mengikuti kegiatan Jurnalist Goes to School yang diadakan Mbojo Journalist Club (MJC) Bima. Saat sesi diskusi, banyak siswa yang menyampaikan pertanyaan kritis dan sorotan tentang profesi kuli tinta tersebut.

Foto Bersama kegiatan Jurnalist Goes to School yang diadakan MJC Bima. Foto: Bin

Foto Bersama kegiatan Jurnalist Goes to School yang diadakan MJC Bima. Foto: Bin

Ketua Panitia kegiatan, Faharudin mengatakan, acara yang dihelat pada tanggal 24 Mei dan 26 Mei itu bertujuan memperkenalkan sejak dini tentang dunia jurnalistik kepada siswa, berikut fungsi dan peran sertanya dalam kehidupan sehari – hari.

Diakuinya, dari dua kegiatan tersebut, siswa terlihat begitu bersemangat mengikuti tiga materi yang disampaikan. Masing-masing, pengenalan dunia jurnalisitk, tekhnik wawancara dan teknik menulis berita. Namun, selama proses diskusi, banyak pertanyaan kritis dari siswa.

Antara lain, tentang keberimbangan berita, proses hukum jika wartawan berprilaku tidak sesuai kode etik jurnalisitk serta sanksi untuk media yang menyajikan berita tidak sesuai fakta. Bahkan, pada hari pertama, siswa MAN 1 Kota Bima menunjukan salah satu Koran lokal yang memberitakan tentang lomba empat pilar kebangsaan, namun dari dua sekolah mengklaim diri juara pertama. Padahal, terbukti hanya satu sekolah yang keluar sebagai juara.

“Siswa mempertanyakan jika muncul pemberitaan seperti itu, apakah kelalaian seorang wartawan atau tim redaksi yang memeriksa isi pemberitaan,” ujarnya menirukan bentuk pertanyaan siswa.

Saat penyampaian materi tekhnik wawancara. Foto: Teta

Saat penyampaian materi tekhnik wawancara. Foto: Teta

Kemudian, pertanyaan lain yang disampaikan siswa SMAN 2 Kota Bima yakni, pemberitaan televisi yang seringkali berat sebelah. Terlebih, saat Pilpres media televisi dimiliki pimpinan partai politik. “Siswa juga mananyakan tentang berita gosip dan artis, apakah masuk dalam bagian jurnalistik,” ungkapnya.

Menurut wartawan kahaba.net itu, secara umum siswa di dua sekolah tersebut sudah mengenal dunia jurnalistik. Kemampuannya mencerna materi yang disampaikan narasumber, berkembang dengan dengan baik saat proses diskusi. “Dilihat dari pertanyaan siswa, 75 persen sudah memahami apa itu jurnalistik, berikut dengan perannya dalam kehidupan sehari – hari,” tuturnya.

Faharudin menambahkan, dari kegiatan yang rencananya akan dilanjutkan ke sejumlah sekolah lain itu, out put nya semoga siswa menjadi kritis melihat sudut pandang persoalan. Kemudian gemar menulis, dan mengekspresikan melalui majalah dinding (Mading) sekolah. “Bila perlu, siswa di dorong membuat majalah atau buletin sekolah dan menjadi wartawan sekolah,” tambahnya.

*TETA

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *