Pilpres Borjuasi, SMI Tolak Pesta Demokrasi 9 Juli

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jika Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang masyarakat Indonesia akan berpesta, namun tidak untuk Serikat Mahasiswa Islam (SMI) Cabang Bima. Salah satu eleman mahasiswa itu tak justru menolak.

Ilustrasi

Ilustrasi

Organisasi nasionalis ini bukan anti terhadap demokrasi atau Pemilu. Hanya tidak sepakat dengan bentuk pemilu yang hanya melanggengkan sistem penindasan.

Ketua SMI Cabang Bima, Agam berpendapat, Pemilu 2014 merupakan pemilu borjuasi dan tidak memberi solusi untuk persoalan negara. Siapa pun pemimpinnya, dianggap hanya akan meneruskan kebijakan elit borjuasi.

“Kebijakan nanti tentu akan selalu mengesploitasi rakyat melalui sejumlah program dan kebijakan. Kepentingan pemodal asing tak bisa dilepaskan dari demokrasi Indonesia,” ungkapnya, Rabu (28/5).

Menurut dia, cengkraman asing terhadap Negara Indonesia masing sangat kental. Menancapkan kuku – kuku kapitalisnya pada tiap kebijakan. Dampaknya, program berbasis rakyat dan bertujuan menyejahterakan rakyat hanya bualan belaka. “Omong kosong rakyat bisa sejahtera kalau intervensi asing dan kaum borjuasi masih bermain dalam demokrasi ini,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, karena landasan itu, pihaknya tidak hanya berencana Golput, tapi akan menolak semua proses Pilpres 2014. Karena hanya akan menyengsarakan rakyat Indonesia. “Kami akan segera lakukan konsolidasi dengan semua anggota SMI untuk turun aksi dalam waktu dekat, mengecam adanya politik borjuasi ini,” ancamnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *