Dampak Semburan Debu Sangeang, Pelabuhan Sape Ditutup

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jika Pelabuhan Bima tidak mengalami hambatan pelayaran karena semburan debu Gunung Sangeang, justru berbeda dengan Pelabuhan Sape. Karena arah angin yang membawa debu vulkanik mengarah wilayah timur selatan Bima, Pelabuhan penyebrangan Sape harus ditutup.

Ilustrasi

Ilustrasi

Dampak letusan Gunung Sangeang Api berdampak langsung pada penyeberangan Angkutan Sungai Danau dan Perairan (ASDP) di Pelabuhan Sape Bima. Praktis, Pelabuhan Sape harus ditutup untuk sementara waktu, hingga kondisi penyeberangan membaik. “Sementara ini situasi perairan selat Sape, memburuk dan harus ditutup,” ujar Kepala Sahbandar Sape, Syarifuddin S Sos, Sabtu (31/5).

Kata dia, kabut tebal letusan Gunung Sangeang mempengaruhi jarak pandang Ferry yang hilir mudik sesuai jadwal penyeberangan. Kondisi laut Selat Sape, berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) termasuk laporan nakhoda sejumlah Ferry yang beroperasi di pelabuhan Sape-Labuan Bajo, diselimuti debu dan awan hitam.

Ia mengaku, penyebrangan akan kembali dibuka tergantung informasi cuaca dan kondisi laut Selat Sape dari BMKG. “Jika belum ada sinyal dari BMKG, kami tidak membuka penyeberangan,” tegasnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *