Warga Sangeang Butuh Lebih Banyak Masker

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kendati debu vulkanik tidak setebal sehari sebelumnya, namun masyarakat Desa Sangeang dan sekitarnya membutuhkan lebih banyak masker. Agar terhindar dari gangguan pernapasan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Ribuan warga di 14 Desa Kecamatan Wera yang berdekatan dengan pusat letusan kekurangan masker. Warga terpaksa menutup menggunakan kain seadanya.

Pantauan kahaba.net saat berada di Desa Nangawera dan Tawali, banyaknya warga yang terpaksa menggunakan sarung. Tidak saja orangtua, tapi juga anak-anak dan sejumlah ibu hamil. Tidak tahan dengan kondisi tersebut, warga terpaksa menghentikan setiap mobil yang melewati desa untuk meminta bantuan masker.

Puluhan perwakilan warga dari sejumlah Desa pun terlihat mendatangi Kantor Kecamatan Wera. Sempat terjadi adu mulut antara petugas dan warga masalah ketersediaan masker.

Ibrahim, warga Desa Nangawera mengaku, sejak abu vulkanik di Desa nya, baru beberapa biji masker yang dibagi petugas, sementara jumlah warga ribuan. Ia berharap pemerintah tanggap, tidak meunggu warga menjadi korban karena menghirup debu. ”Kita terpaksa pakai sarung sementara ini pak, itupun sebatas di dalam rumah.” terangnya.

Kemudian, Kepala Desa Sangeang Muhammad Saleh HM, mengaku meski kebutuhan masker sudah disalurkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bima, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBP) dan Dinas Sosial. Namun itu tidak mencukupi kebutuhan warga.

“Sebanyak yang sudah dibagikan itu tetap tidak cukup. Hingga sekarang kami kesulitan untuk mendapatkan bantuan masker,” ujarnya dihubungi via Handphone, Sabtu (31/6).

Pasalnya, masker yang di distribusikan, hanya bisa dipakai sehari. Karena udara di Desa Sangeang dan Desa sekitarnya, masih diselimuti Debu Vulkanik. “Meski debu sudah mulai berkurang. Namun udara masih berdebu dan mengganggu pernapasan,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya sangat berharap agar masker bisa terus dibagikan kepada semua warga. Karena masker tidak bisa digunakan untuk waktu yang lama. “Masker hanya bisa dipakai sehari. Kalau bisa masker dibagikan secara berkelanjutan,” harapnya.

Sementara itu, Camat Wera Sulfan Akbar mengakui ketersediaan masker begitu kurang. Bayangkan dari jumlah penduduk di 14 Desa 30 ribu kepala, masker yang baru dibagikan baru 7000 lembar.

Walaupun demikian pihaknya sudah menghimbau melalui petugas agar sementara waktu menggunakan kain seadanya agar terhindar dari penyakit pernapasan. ”kita sedang usahakan, hari ini kita akan bagi 5000 lembar masker,” pungkasnya.

*DEDY/BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *