Ribuan Ternak Terjebak di Sangeang Pulau

Kabupaten Bima, Kahaba.-Karena suasana panik setelah semburan debu vulkanik Gunung Sangeang Api, warga yang tinggal di Sangeang Pulau tidak sempat menyelamatkan ribuan ternak yang dilepas berkeliaran.

Ilustrasi

Ilustrasi

Diperkirakan, ribuan ternak Sapi dan Kerbau milik warga Desa Sangeang Pulau dan Desa sekitarnya sampai saat ini tidak jelas keberadaannya di areal pulau.

Sejumlah warga mengaku jika semua ternak mati, maka mereka bisa rugi miliaran rupiah. ”Mau bagaimana lagi, tidak mungkin kami harus kembali menyelamatkan ternak,” ujar warga Desa Sangeang Pulau, H. Maskar pada kahaba.net, Sabtu (31/6).

Ditemui di Kantor pengamatan Gunung Api Sangeang, ia mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi ternak ditengah semburan debu gunung.

“Tidak saja milik saya, juga ternak yang dilepas liar oleh warga di dalam pulau jumlahnya mencapai ribuan. Karena satu orang warga, bisa memiliki Sapi dan Kerbau sebanyak ratusan ekor,” sebutnya.

Yang ia khawatirkan, ternaknya mati bukan karena awan panas atau lahar dari gunung. Tapi biasanya, disebabkan ternak yang panik dan jatuh ke dalam jurang. Ditambah lagi awan tebal mengganggu penglihat ternak untuk menemukan sumber mata air,” tambahnya.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *