Tenda-Tenda Pengungsian Mulai Dibangun di Desa Nipa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima bersama TNI, Polri, dan sejumlah kelompok relawan, Sabtu (31/5) mulai membangun tempat-tempat pengungsian yang aman dari abu vulkanik gunung Sangeang Api. Rencana awal di Lapangan Desa Tawali Kecamatan Wera, namun beralih ke Desa Nipa Kecamatan Ambawali yang dinilai aman.

Gunung Sangeang semburkan awan panas dan abu vulkanik. Foto : Dok

Gunung Sangeang semburkan awan panas dan abu vulkanik. Foto : Dok

Pemindahan tempat pengungsian dilakukan setelah rapat koordinasi bersama seluruh elemen pengamanan penanggulangan bencana. Menurut pantauan mereka, di wilayah Desa Tawali yang jaraknya 10 kilometer dari gunung Sangeang Api, masih diliputi abu tebal dari letusan gunung Sangeang Api.

Pantauan Kahaba yang ada di Desa Nipa, pukul 15.00 wita sudah dibangun tenda-tenda darurat untuk penampungan warga pengungsi. Terlihat puluhan petugas dibantu warga sekitar membangun tempat-tempat pengungsian.

Sementara di Desa Sangiang, hingga pukul 15.00 Wita belum ada satupun warga setempat yang mau diungsikan, karena warga menilai masih aman.

Menurut Koordinator Siaga Bencana Sangeang yang juga Dandim 1608 Bima, Letkol (Inf) Tommi Ferry, di Desa Tawali tidak layak untuk dibangun tenda pengungsian karena abu vulkanik tebal menyelimuti wilayah setempat.

Jika dipaksakan di Desa Tawali, katanya, sangat berbahaya bagi warga. Maka itu, dari putusan bersama yang aman saat ini adalah di wilayah Kecamatan Ambalawi dan Kota Bima. “Kita lebih lanjut akan tetap berkoordinasi,” ujar Tommi di Desa Nipa, Sabtu (31/5) sore.

Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi NTB pun menyatakan hal yang sama. Lapangan Desa Tawali tidak layak dijadikan lokasi pengungsian warga, karena abu vulkanik menyelimuti seluruh wilayah setempat dan berbahaya.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *