Garuda Kembalikan Uang Tiket Penumpang

Kabupaten Bima, Kahaba.- Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima hingga Minggu (1/6) belum dibuka. Kebijakan tersebut diambil menyusul erupsiabu vulkanik gunung Sangeang Api.

Ilustrasi

Ilustrasi

Pihak maskapai penerbangan yang sudah terlanjur menjual tiket jauh hari sebelumnya, harus mengembalikan uang penumpang yang kecewa karena gagal terbang.

Manajer Garuda Cabang Bima, Sugiarto menjelaskan, sesuai informasi dari pihak Bandara Sultan Muhammad Salahudin dan pimpinan pusat Garuda Air Lines, untuk sementara penerbangan dengan tujuan Bima dihentikan sejak Sabtu siang (31/6) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Seluruh penumpang Garuda Air Lines khusus untuk penerbangan Minggu siang, katanya, sudah diinformasikan. Sedangkan bagi penumpang dengan jadwal penerbangan Minggu pagi, belum diinformasikan.

Namun, kata Sugiarto, untuk mengantisipasinya sudah dibuka loket pembayaran kembali uang tiket penumpang.“Iya hari ini kita bayarkan semua uang tiket penumpang.Kalaupun ada yang mau dialihkan menunggu sampai bandara dibuka, kita tetap fasilitasi,” katanya.

Lantas, kapan penerbangan Garuda dengan tujuan Bima dibuka kembali? Menurut Sugiarto, masih menunggu keputusan pihak Bandara Muhammad Salahuddin Bima.

Pantauan Kahaba.net di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, puluhan penumpang di dalam ruang tunggu terlihat kecewa atas penundaan tersebut.Pasalnya, hingga Minggu (1/6) pihak Garuda Air Lines tidak memberitahu penundaan seluruh jadwal penerbangan. Mereka pun ramai mendatangi loket penjualan tiket.

Di dalam ruangan Bandara, hanya loket Garuda Air lines yang membuka dan mengembalikan uang tiket penumpang. Sementara penumpang Lion Air, masih menunggu kejelasan dari pihak maskapai.

Di dalam landasan pacu Bandara, terlihat mobil pemadam kebakaran yang sedang membersihkan landasan dari abu vulkanik.Pembersihan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan pesawat saat mendarat.

*DEDY

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *