Demo Marmer, PMII Tuding Pemkot Bohongi Rakyat

Kota Bima, Kahaba.-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bima, Senin (2/6) menggelar demonstrasi di depan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima.

Sorot  soal tambang marmer, PMII Cabang Bima, gelar demonstrasi di depan kantor Pemkot Bima. Foto : Bin

Sorot soal tambang marmer, PMII Cabang Bima, gelar demonstrasi di depan kantor Pemkot Bima. Foto : Bin

Belasan mahasiswa tersebut mendesak Pemerintah untuk segera mencabut ijin pertambangan, karena hampir tiga tahun eksplorasi, keberadannya sama sekali tidak menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

PMII pun menuding, Pemkot Bima selama ini telah membohongi rakyat. Janji – janji manis tentang keberadaan tambang marmer, hanya isapan jempol belaka.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Hasnun membuka fakta tambang tersebut, diantaranya, selain tidak ada setoran PAD, tapi aktifitas galian dan penambangan terus berjalan. Bahkan diduga, aktifitas penambangan dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Kemudian, kantor PT. PUI juga tidak jelas keberadannya, biaya ganti rugi lahan warga belum tuntas. Bahkan janji untuk mempekerjakan warga setempat, tidak ditepati.

“Tidak hanya itu, fakta lainnya IUP PT. PUI tidak ditembuskan ke Kementrian ESDM dan APBD Pemkot Tahun 2012 dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat lingkar tambang,” sorotnya.

Kata dia, fakta – fakta tersebut juga didukung dengan sejumlah pernyataan anggota DPRD Kota Bima, yang kemudian mendesak Pemerintah Kota Bima untuk segera mencabut ijin tambang marmer. “Pemkot Bima telah membohongi rakyat dengan janji – janji,” tudingnya.

Dari aksi yang dikawal ketat oleh aparat Kepolisian itu, massa mendesak Pemerintah Kota Bima untuk memperjelas dan mengevaluasi Galian C marmer Oi Fo’o. Mendesak agar segera mencabut ijin tambang, jika memang tidak ada kontribusi untuk daerah.

Lalu, mendesak Pemkot Bima merealisasikan semua janji untuk masyarakat Kota Bima, khususnya warga lingkar tambang. Kemudian mendesak DPRD Kota Bima untuk segera memanggil Dinas terkait atau tim ahli tambang untuk klarifikasi.

“Kami juga mendesak DPRD Kota Bima untuk segera turun ke lokasi tambang marmer, memastikan apakah ada hasil produksi atau tidak,” desaknya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *