Alasan tak Bersurat, Dewan Enggan Temui Demonstran

Kota Bima, Kahaba.- Lantaran tidak menerima surat pemberitahuan aksi, unsur pimpinan DPRD Kota Bima beserta anggotanya enggan menerima permintaan audiens dari massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bima.

PMII Cabang Bima Demo Marmer di kantor DPRD Kota Bima, Foto: DEDY

PMII Cabang Bima Demo Marmer di kantor DPRD Kota Bima, Foto: DEDY

Belasan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa persoalan tambang marmer, Senin (2/6) itu tidak hanya menyoroti sikap eksekutif, tapi juga mendesak pihak legislatif untuk berbuat lebih banyak tentang marmer yang tidak memberikan kontribusi untuk rakyat Kota Bima.

PMII dalam aksinya meminta pertanggungjawaban anggota Dewan selaku pengemban amanah rakyat. Namun keinginan bertemu justru tidak diindahkan. Merasa kecewa, mahasiswa memaksa masuk ke dalam halaman kantor wakil rakyat tersebut. Kunci pintu gerbang kantor dirusak dan massa leluasa berorasi di halaman kantor.

Mahasiswa menilai, anggota DPRD Kota Bima tidak aspiratif. Hanya karena masalah surat saja, aspirasi PMII tidak diterima. “Sudah jelas aksi demo kami telah memberitahu aparat kepolisian sebelumnya. Dan tugasnya Polisi yang berkoordinasi dengan DPRD Kota Bima. Karena rute aksi kami juga dilakukan di kantor wakil rakyat tersebut,” tegas massa aksi, Eldan.

Ia menuding, anggota dewan cenderung memihak pada kepentingan penguasa, mengamankan masalah orang besar dengan mengabaikan nasib rakyat yang diwakilinya. “Mestinya dewan lebih aspiratif untuk kepentingan rakyat, bukan mempersoalkan surat hanya untuk bertemu rakyat,” sorotnya.

PMII meminta agar wakil rakyat proaktif dan menuntaskan masalah tambang marmer. Karena selama ini tidak memiliki konstribusi bagi daerah dan rakyat. “Ini ko’ malah berdiam diri dan menolak bertemu,” katanya.

Mahasiswa mendesak Dewan untuk segera memanggil Dinas terkait serta tim ahli untuk klarifikasi persoalan tambang marmer. Serta mendesak DPRD Kota Bima segera turun ke lokasi marmer.

*DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *