Kakek Yamin Desak Polisi Tangkap Pelaku Penembakan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kondisi luka Kanit Intelkam Polres Bima Kabupaten, Bripka M. Yamin yang “dihujani” peluru, dinilai pihak keluarganya sebagai aksi sadis dan tak punya rasa kemanusiaan. Pihak keluarga pun mendesak polisi untuk segera menangkap semua pelaku penembakan tersebut.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepala Desa Leu Kecamatan Bolo yang juga kakek korban, M. Taufik mengaku sangat terpukul atas kematian cucunya itu. “Selama ini Yamin dikenal sangat baik dan pandai berkomunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Sepengetahuannya, selama ini korban tidak punya musuh, apalagi memiliki masalah dengan orang lain. Karena perangai yang baik, cucunya itu disenangi banyak orang. Jadi, saat mendengar kabar meninggalnya Yamin, ia kaget dan seolah tak percaya.

“Saya kaget saat dapat informasi dari perawat rumah sakit bahwa cucu saya meninggal ditembak,” tuturnya.

Tufik mengaku, setelah ditembak korban sempat dilarikan ke Puskemas Bolo. Diangkat dan dibawa ke Puskesmas ikut dibantu oleh salah satu Babinsa Desa Leu. Namun kondisi korban sudah tak bernyawa. Beberapa saat kemudian, korban dibawa ke RSUD Bima.

Atas peristiwa yang menimpa cucunya itu, ia mendesak polisi segera mengusut tuntas pelaku penembakan tersebut. Dia berharap, perbuatan sadis pelaku dapat dibalas setimpal dengan pertanggung jawaban di depan hukum. “Pelakunya harus segera ditangkap dan dihukum berat,” tegasnya.

Rostiana (31), keluarga korban juga berharap yang sama. Polisi bisa bekerja cepat mengusut tuntas kasus itu. “Istri dan dua anak korban saat ini sedang di Ambon, karena sebelum ke Bima korban bertugas di Kupang,” tambahnya.

*ERDE/DEDY

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *