Tati Bantah Semua Tudingan Ketua IPSM

Kota Bima, Kahaba.- Hartati, wanita asal Kelurahan Sambinae yang dituding ambil alih pengelolaan dan memegang rekening pencairan dana Kelompok Usaha Bersama (KUBe), membantah semua tuduhan yang diarahkan kepada.

Hartati

Hartati

Saat ditemui di depan RSUD Bima, Selasa (3/6), wanita yang biasa disapa Tati itu mengaku dirinya tidak pernah memegang, mengelola dan mencairkan anggaran tiga KUBe di Kelurahan Kolo. “Yang melakukan itu semua yakni Ketua dan Bendahara tiga KUBe di Kolo, bukan saya,” elaknya.

Ia mengaku, selama ini, dirinya hanya menfasilitasi dan mempercepat proses anggaran tersebut. Agar KUBe bisa lebih cepat juga mendapatkan anggaran dan mengelolanya. “Saya tidak punya kapasitas untuk melakukan hal yang dituding tersebut,” ujarnya.

Inisiatifnya mempercepat proses anggaran itu, menurut dia, karena memiliki pengalaman hal serupa sebelumnya, Itupun dilakukan atas dasar ingin menolong. Dan sikapnya juga didukung oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Bima.

Tati juga mengaku, hingga saat ini masih memiliki SK PSM Kelurahan Kolo. Namun, bukan karena memiliki SK itu, kemudian dia melakukan semua yang dituduhkan kepadanya. “Saya tidak memanfaatkan kapasitas ini. Saya hanya murni dan ikhlas membantu. Saya bahkan tidak dapat apa – apa,” tuturnya.

Mestinya, lanjut wanita berbadan kecil itu, KUBe bersyukur kepadanya. Karena anggaran untuk KUBe di Kota Bima, berkat perjuangan di Pemerintah Pusat. “Bukan bersikap sebaliknya. Tidak ada rasa terimakasih sama sekali,” sorotnya.

Dia juga menegaskan, masalah yang menimpa tiga KUBe Kelurahan Kolo, tidak ada kaitannya dengan Dinsosnaker Kota Bima. “saya minta masalah ini tidak dikaitkan dengan Dinas. Karena mereka hanya mengawasi dan membina program saja,” tegasnya.

Mengenai dirinya yang sudah dilaporkan IPSM dan PSM ke Polisi, Tati hanya menjawab santai. “Silahkan saja, saya tunggu laporan dan panggilan Polisi,” akunya.

Tati menambahkan, ia tidak pernah mengenal Ketua PSM Kelurahan Kolo dan Kota Bima. “Mereka menyebar fitnah, karena cemburu dengan saya yang bisa lobi urusan KUBe di pusat untuk Kota Bima,” tudingnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *