Polisi Ditembak, Dewan Minta Kapolres Bertanggungjawab

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima Nurdin Amin, SH menyoroti kinerja Polisi yang dinilai setengah hati menuntaskan sejumlah kasus penembakan misterius.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bima, Nurdin Amin, SH.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bima, Nurdin M. Amin, SH.

Terlebih, kasus penembakan yang menimpa aparat kepolisian. Karena pengalaman kasus sebelumnya, belum satupun pelaku penembakan polisi di Kabupaten Bima, tertangkap.

Dirinya pun meminta agar Kapolres Bima Kabupaten bertanggungjawa terkait kasus penembakan yang menimpa Kanit Intel Polres Bima Kabupaten Bribka. M. Yamin.

Menurut Duta PDIP itu, kasus penembakan yang berujung kematian, sangat meresahkan masyarakat. Kapolres selaku ujung tombak perlindungan masyarakat, mestinya bisa lebih proaktif dalam menanganinya.

”Yang ditembak mati ini anggota Polisi. Bagaimana masyarakat bisa aman dan tenang, kalau anggotanya sendiri bisa ditembak mati oleh pelaku sesuka hati,” sorotnya dengan nada kesal.

Menurut pria berkumis tebal itu, Polres Bima Kabupaten dibawa kendali AKBP. Ekawana harus lebih giat mengungkap sejumlah kasus pembunuhan. Jangan hanya berdiam diri, atau menunggu hasil yang sebelumnya sudah periksa oleh bawahan.

“Penembakan sebelumnya saja belum terungkap, muncul lagi penembakan baru. Jangan sampai kasus ini tidak bisa diungkap lagi dan menjadi citra buruk polisi,” tegasnya.

Selama 20014 ini, ia menyebutkan, tercatat ada tiga kasus penembakan misterius yang terjadi di wilayah hukum Polres Bima Kabupaten. Masing-masing, penembakan IPDA. Hanafi, kemudian remaja asal Desa Tente yang diduga ditembak di Kalaki dan terakhir Bribka. M. Yamin hingga nyawanya melayang. “Ini menjadi atensis pihak Polres Bima Kabupaten,” tuturnya.

Pria yang biasa di sapa Digon itu menambahkan, jika sejumlah kasus penembakan tersebut tidak tuntas, kasihan masyarakat Bima. Karena masyarakat sudah tidak merasa aman lagi dengan ulah para pelaku penembakan. ”Apabila Pak Ekawana tidak mampu memimpin lagi, silahkan angkat kaki dari Bima,” tegasnya.

*TETA

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *