BLUD Bima Dinilai Terjorok se-NTB

Kota Bima, Kahaba.- Kebersihan dan PelayananBadan Layanan Umum Daerah (BLUD) Bima disorot oleh Calon Legislatif (Caleg) terpilih dari Partai Nasdem, Edi Muchlis S Sos. Bahkan ia menilai BLUD. Bahkan dirinya menilai, lembaga yang biasa disebut RSUD Bima itu terjorok di Provinsi NTB.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Foto: DEDY

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Foto: DEDY

Kata dia, Rumah Sakit yang mestinya menjadi tumpuan pelayanan Kesehatan justru terlihat jorok dan tidak terawat dengan baik. “Rumah Sakit kita ini yang terjorok di NTB bahkan mungkin se Indonesia, “ ujarnya.

Dasar penilaiannya yakni, berbagai pelayanan dan tindak medis menjadi sorotan utama. Mulai dari kondisi Rumah Sakit yang sembrawut dan tidak terurus hingga pelayanan parkir yang serampangan.

Bayangkan saja, lanjutnya, mulai dari hal yang terkecil seperti rokok, justru tidak dibuatkan aturan yang jelas. Siapapun, dari pengunjung sampai penunggu pasien, seenaknya mengisap rokok, bahkan parahnya didekat pasien dirawat.

“Rumah Sakit di pulau Lombok, karena teraturnya, masuk kawasan Rumah Sakit saja tidak boleh satupun yang bisa merokok, “ kata Edi mencontohkan.

Setiap zal perawatan pun, menurutnya, kotor dan jauh dari standar pelayanan kesehatan. Apalagi diperhatikan kondisi kamar mandi, seolah menjadi contoh Rumah Sakit yang tidak representatif untuk melayani pasien. “Bukan sembuh yang kita dapatkan di Rumah Sakit ini, justeru semakin sakit, “tudingnya.

Ditambah lagi, keramahan tenaga medis yang sama sekali jauh dari harapan, menjadikan BLUD Bima semakin bobrok. Tidak tergambarnya pelayanan prima pada BLUD Bima, tentunya, tergantung sungguh dari manajemen serta aturan yang diterapkan pemangku kewenangan di Satuan kerja pelayanan kesehatan itu sendiri.

Ia berjanji, setelah resmi dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Bima nanti, hal pertama yang menjadi atensinya, yakni BLUD Bima. Bila perlu, pastinya, kalau tidak ada perubahan kearah yang lebih baik pelayanan BLUD Bima, Direktur harus dicopot.

Pejabat Humas BLUD Bima, dr. H. Sucipto yang dimintai tanggapan mengaku penilaian tersebut merupakan masukan yang baik dan perlu dijadikan perenungan kearah perubahan. “Kedepan, apa yang selalu dikeluhankan masyarakat, RSUD yang telah berubah menjadi BLUD itu akan disempurnakan,” ujarnya.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *